Satujuang, Bengkulu Utara- Hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dan Mahasiswa UNRAS akhirnya menemui titik terang.
Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata secara resmi menerima audiensi pengurus BEM UNRAS di ruang kerjanya pada Selasa (7/4/26).
Pertemuan tersebut bertujuan mengklarifikasi polemik yang sempat memanas di media sosial.
Jajaran Asisten I, II, dan III Setda Bengkulu Utara, serta Kasat Intel Polres Bengkulu Utara turut hadir dalam dialog ini.
Presiden Mahasiswa UNRAS Febrian Sugiarto juga hadir mewakili mahasiswa untuk meluruskan isu dugaan intimidasi.
Isu tersebut menjadi perbincangan publik setelah mahasiswa menyampaikan kritik melalui Instagram.
Dalam forum itu, Bupati Arie secara terbuka mengakui telah mengirimkan pesan kepada salah satu anggota BEM terkait kemungkinan menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
“Hari ini terbangun komunikasi yang baik,” ujar Bupati Arie.
Ia menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena miskomunikasi yang terputus sehingga menimbulkan persepsi berbeda.
Sebagai bentuk itikad baik, Bupati Arie menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Febrian dan rekan-rekan mahasiswa atas komunikasi yang kurang berjalan baik sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Presiden Mahasiswa UNRAS Febrian Sugiarto menegaskan bahwa pengakuan Bupati membuktikan informasi yang disampaikan mahasiswa sebelumnya bukanlah hoaks.
“Hari ini semua telah diklarifikasi,” tegas Presiden Mahasiswa UNRAS Febrian Sugiarto.
Ia menambahkan bahwa ini hanya kesalahpahaman dan pengakuan Bupati membuktikan tidak ada hoaks yang disebarkan mahasiswa.
Meski sempat terjadi ketegangan, Febrian juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul dalam beberapa hari terakhir.
Kritik mahasiswa adalah bagian dari hak demokrasi.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan berkomitmen untuk bersinergi.
Pemerintah daerah akan fokus pada pembangunan, sementara mahasiswa akan tetap berperan sebagai mitra strategis dalam pengawasan dan menjaga nilai-nilai demokrasi di Bengkulu Utara. (Red/BT)











