Satujuang, Bengkulu Utara- Memasuki detik-detik terakhir ultimatum, Bupati Bengkulu Utara dan pemerintah daerahnya masih memilih bungkam terkait dugaan intimidasi yang dituduhkan.
Ultimatum 7×24 jam tersebut dilayangkan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Daerah Bengkulu.
Hingga Minggu (5/4/26), tujuh hari sejak ultimatum digulirkan pada 29 Maret 2026, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Mahasiswa menuntut transparansi dan pertanggungjawaban moral dari Bupati atas dugaan intimidasi terhadap mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS).
Dugaan intimidasi ini menargetkan mereka yang lantang mengkritik penguasa.
“Klarifikasi resmi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral penguasa kepada rakyatnya. Sampai detik ini, kami hanya menemui dinding bisu,” ujar eks Presiden Mahasiswa UNRAS 2025, Febrian Sugiarto.
Selain itu di tengah kebuntuan ini, dikabarkan muncul upaya penggiringan opini yang menyebutkan bahwa konflik telah “selesai” di bawah meja.
Aliansi mahasiswa dengan tegas membantah narasi tersebut.
Mereka menyatakan bahwa perdamaian tanpa pernyataan resmi dari otoritas berwenang hanyalah ilusi untuk membungkam substansi masalah.
“Ini bukan sekadar soal individu yang ditekan, ini soal prinsip!” tegas Febrian.
Ia menambahkan, jika kritik dibalas intimidasi dan dibungkus kesepakatan gelap, demokrasi di tanah itu sedang berada dalam masa kegelapan.
Mahasiswa menegaskan tidak akan mundur sejengkal pun dan mengancam “gelombang lanjutan” jika pemerintah tetap bersembunyi di balik kekuasaan.
Langkah-langkah yang akan diambil antara lain:
- Konsolidasi Massa: Menggalang kekuatan mahasiswa se-Provinsi Bengkulu.
- Aksi Konstitusional: Membawa persoalan ini ke ranah yang lebih tinggi sebagai preseden buruk demokrasi daerah.
- Gerakan Moral: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan kesewenang-wenangan menjadi budaya.
Kini, mata publik tertuju sepenuhnya pada Pendopo Bupati Bengkulu Utara.
Pilihan ada di tangan pemerintah: Berdialog atau Berhadapan. (Red/BT)











