Satujuang, Bengkulu Utara- BEM SI wilayah Bengkulu melayangkan kecaman keras atas dugaan ancaman Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, kepada Presiden Mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS).
Pernyataan sikap ini disampaikan mereka melalui unggahan video berdurasi 1 menit 15 detik di akun TikTok Spoilerid pada Senin (30/3).
Pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyayangkan tindakan intimidasi yang diduga berasal dari akun Instagram pribadi pejabat publik tersebut.
Dalam video, perwakilan BEM SI daerah Bengkulu menegaskan bahwa kritik mahasiswa merupakan bagian fundamental dari iklim demokrasi dan bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.
“Kritik adalah bagian dari demokrasi, ia bukan ancaman melainkan bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan,” ujar juru bicara BEM SI, dalam video yang didapatkan redaksi, Selasa (31/3/26).
BEM SI menekankan bahwa ketika kritik dibalas dengan intimidasi, yang dipertaruhkan bukan hanya keberanian mahasiswa, tetapi juga kesehatan demokrasi itu sendiri.
Menyikapi dugaan ancaman tersebut, BEM SI Bengkulu mengeluarkan tuntutan resmi agar Bupati Bengkulu Utara segera memberikan klarifikasi terkait ancaman kepada Presma UNRAS.
Klarifikasi tersebut harus disampaikan dalam tenggat waktu 7×24 jam sejak pernyataan BEM SI dikeluarkan.
Jika tuntutan tidak dipenuhi, BEM SI mengancam akan melakukan eskalasi gerakan massa yang lebih besar di wilayah Bengkulu Utara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengenai tuntutan dan tuduhan intimidasi yang dilayangkan oleh aliansi mahasiswa tersebut. (Red)











