Relokasi Pedagang Lapau Tuak Bikin Khawatir Pedagang Lama

2 menit baca

Satujuang, Bengkulu- Relokasi pedagang lapau tuak yang digusur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ke lokasi baru (depan Billiard AW) membuat para pedagang lama merasa khawatir.

Mereka khawatir aksi penjualan minuman keras (miras) tersebut kembali dilakukan oleh para pedagang tersebut di lokasi baru ini.

“Nanti setelah 5 bulan ke atas, kami khawatir aktivitas lama mereka (jualan tuak, red) akan kembali dilakukan di lokasi ini,” ungkap Deli, salah seorang pedagang, Senin (5/5/25).

Sementara kata dia, mereka para pedagang lama yang berjualan diwilayah lokasi relokasi ini memang sudah menentang penjualan miras apapun bentuknya dari dulu.

Selain itu mereka juga mengira, relokasi para pedagang eks penjual tuak hari ini untuk mengisi auning bangunan pemerintah yang selama ini belum pernah di manfaatkan sejak dibangun bertahun-tahun lalu. Namun ternyata salah, Pemkot malah membagi lahan yang mereka rawat selama ini.

“Kalau auning ini dibagi ke mereka, kita ikhlas aja. Yang jelas jika memang terjadi kembali ada penjualan tuak di sini, saya selaku kepala keluarga tidak mau terima dan akan bersikap tegas, saya tidak mau anak kami terpengaruh dengan perilaku tersebut,” paparnya.

Ia menyebut, hampir 80 persen pedagang yang direlokasi ke lokasi mereka berjualan ini merupakan eks penjual minuman tuak.

Seperti diketahui, Pemkot Bengkulu telah memberikan batas waktu hingga 30 April 2025 bagi pedagang untuk membongkar lapak yang berdiri secara tidak sah.

Setelah batas waktu tersebut berakhir, Satpol PP bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait diinstruksikan untuk melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang melanggar aturan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan wisata, Pemkot juga kabarnya akan menetapkan stanDrsasi harga makanan dan minuman di kawasan tersebut.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan wisatawan terkait harga yang dianggap tidak wajar oleh sejumlah pedagang sebelumnya.

“Dengan adanya penataan ini, kami harapkan tidak ada lagi keluhan dari pengunjung. Kita ingin ekonomi masyarakat tetap berjalan, tapi juga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan,” ungkap Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *