Relokasi Pedagang Pantai Panjang Dinilai Acuhkan Prinsip Keadilan dan Asal-Asalan

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Bengkulu– Relokasi pedagang Pantai Panjang yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu hari ini Senin (5/5/25), dinilai acuhkan prinsip keadilan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Gemawasbi Bengkulu, Jevi Sartika SH yang juga menilai giat Pemkot hari ini terkesan dilakukan asal-asalan saja.

“Pedagang yang digusur (pemilik lapau tuak, red) kemarin, ditumpuk di lokasi yang berdekatan, hanya di atas lahan milik 3 orang pedagang lama yang berjejer. Tidak dibagi dengan merata,” ungkap Jevi usai menyaksikan relokasi para pedagang.

Selain itu, kata dia, pedagang yang lokasinya dipakai untuk relokasi malah diperlakukan sama dengan para pedagang yang direlokasi tersebut.

Padahal, para pedagang dilokasi relokasi ini memiliki izin. Mereka memiliki Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dengan nama sendiri dari dinas pengelola pantai panjang sebelumnya.

“Mereka bayar berlaku hingga April 2025 kemarin, memang belum diperpanjang karena kendala perpindahan hak pengelolaan Pantai Panjang. Mestinya mereka diberikan hak khusus, seperti hak memilih posisi lapak. Masa disamakan dengan yang tiba-tiba datang,” ketusnya.

Lahan yang dipetak-petak oleh dinas Pariwisata Kota Bengkulu menggunakan tali dan diberikan nomor hari ini juga kata Jevi, terkesan asal saja.

Karena kata dia, dari total 36 lapak dengan ukuran 5×10 meter tersebut. Ada beberapa petak lahan yang ditengah-tengahnya berdiri kokoh 1-2 pohon besar.

“Semestinya, dari depan Billiard AW ini sampai ke depan hotel pasir putih itu dibagi rata. Ambil lahan yang bersih dan siap dibangun. Bukan ditumpuk di sini saja, bahkan ada pohon besar ditengahnya. Ini gimana orang mau dirikan warung? Harus potong pohon? Ini seperti asal petak saja,” tegas Jevi.

Selain itu lanjut Jevi, dari pembagian lapak menggunakan sistem undian tersebut didapatkan informasi ada oknum pedagang merupakan pasangan suami-istri dapat jatah 2 petak lahan jualan.

Menimbulkan rasa kecemburuan dari beberapa pedagang lama, terutama pedagang yang lahannya dijadikan tempat relokasi hari ini.

“Pemkot ini serius gak kerja? Ada data pedagang gak? mestinya ditata dengan baik. Ingat ini urusan perut, orang sudah susah malah tambah susah nanti bisa-bisa,” paparnya.

Sementara, Assisten II Pemkot Bengkulu, DRS Sehmi, yang mengawal kegiatan ini menerangkan bahwa, giat hari ini adalah undian lotre untuk relokasi tempat para pedagang yang sempat digusur beberapa hari lalu.

Dijelaskan Sehmi, beberapa titik di Pantai Panjang memang sengaja dikosongkan dulu, karena akan ada pembangunan bangunan pariwisata.

“Yang direlokasi hari ini pedagang-pedagang disekitar sini dulu, ada yang dari luar nantinya. Nanti yang lainnya juga sampai ke Kota Tua dengan target 2-3 bulan tuntas,” jelas Sehmi.

Ia juga menerangkan beberapa rencana pembangunan ke depan seperti jalan selebar 8 meter, gapura untuk unit emergency seperti Damkar disekitar lokasi relokasi tersebut kedepannya.

“Ini belum tertampung seluruh disini, masih banyak tempat lain. Nanti akan ada lagi, ini langkah awal dulu terutama untuk mereka yang sudah bongkar sendiri. Agar tidak terlalu lama nganggur,” lengkapnya.

Disisi lain, beberapa pedagang mengeluhkan tindakan yang dilakukan oleh pihak Pemkot terkait relokasi para pedagang ini.

Mereka merasa ada ketidakadilan yang dirasakan, karena mengapa relokasi hanya dilakukan di tempat mereka berjualan saja (depan Billiard AW). Sementara ke arah pasir putih tidak dilakukan.

“Kenapa tidak dibagi rata ke ujung, kami yang selama ini merawat lokasi ini juga masa disamakan dengan yang digusur. Kami tertib bayar selama ini,” keluh Sugi, salah seorang pedagang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *