Seruan Jemput Kemenangan Romer Makin Deras, Tim Diminta Fokus dan Solid

2 menit baca

Bengkulu – Tensi politik jelang hari pencoblosan semakin memanas di Bengkulu pasca operasi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu.

Dalam konferensi persnya, tim pemenangan (TP) Paslon nomor urut 2 Rohidin-Meriani (ROMER) meyakini ada upaya mengganggu proses Pilkada di Bengkulu.

“Tanpa penegasan adanya kriminalisasi, masyarakat sudah bisa menilai, Bahwa ini titik akhir dari menggagalkan pasangan ROMER, iya,” ujar juru bicara tim pemenangan Usin Abdisyah Putra Sembiring, Minggu (24/11) siang.

Ia mengimbau masyarakat untuk memilih nomor urut 2 Sebagai protes kekecewaan,

“Menghadapi ini, perlu kami beritahukan kemana seluruh masyarakat, bahwa Pilkada tanggal 27 November tetap berlanjut. Maka mari kita tumpahkan amarah, kekecewaan dengan mendatangi TPS masing-masing untuk mencoblos gambar Rohidin-Meriani nomor urut 2,” imbau Usin.

Sementara Rohidin Mersyah yang sempat diwawancarai di Gedung Merah Putih KPK Jakarta mengimbau untuk para pendukungnya jangan melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan apalagi berlaku anarkis.

“Saya pastikan proses hukum saya sebagai calon gubernur ini akan berjalan sesuai dengan aturan dan saya juga akan bertanggung jawab dengan proses hukum ini dan sangat kooperatif dengan pihak KPK,” sampai Rohidin pada Minggu (24/11) malam.

Rohidin mempercayakan wakilnya yakni Meriani sebagai wanita tangguh, kuat dan hebat akan mampu mengkonsolidasi tim Romer di lapangan.

Kekuatan tim Romer semakin kuat dan solid, ia berpesan agar tim turun bergeriliya menyatukan kekuatan merapatkan barisan menjaga soliditas.

“Saya yakin betul kita pasti akan menang dan saya sangat kuat menghadapi persoalan ini,” paparnya.

Seruan ini juga datang dari Beni Ardiansyah salah satu tokoh pemuda 4 lawang yang ada di Provinsi Bengkulu yang menyikapi aski KPK terhadap Rohidin Mersyah yang terlihat seperti skenario orderan.

Karena kata dia KPK menetapkan pasal pemerasan dan gratifikasi, sehingga dipertanyakan di mana letak OTT-nya, sebab semua pihak dijemput dari rumah-kerumah.

“Kalau kita didatangi kerumah-rumah dalam situasi seperti ini pasti ada uang dan itu belum tentu hasil dari pungutan yang terjadi,” tegasnya dalam sebuah video yang tersebar, Senin (25/11/24).

Terlepas dari situ Beni mengatakan ia cinta dengan KPK, dan bertanya-tanya atas pernyataan Helmi Hasan pada debat terakhir.

Dimana Helmi menduga atau memproyeksi akan adanya kedatangan KPK ke Bengkulu, dan terkesan sangat sinkron dengan kejadian yang terjadi.

“Politik ini Dinamis, Helmi Hasan juga pernah jadi tersangka kasus korupsi. Saya mengajak semua simpatisan, lupakan OTT, mari kita pastikan kemenangan Romer di 27 November, jadikan pelemahan ini untuk membuat tim semakin besar,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *