Transparan, BLT Desa Sekalak Tersalurkan Tepat Sasaran Kepada 17 KPM

2 menit baca

Seluma, Satujuang.com – Pemerintah Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara, secara resmi merealisasikan penyaluran BLT Desa Sekalak yang bersumber dari alokasi Dana Desa (DD) kepada warga penerima manfaat.

Agenda penyaluran stimulus ekonomi tersebut dipusatkan langsung di Kantor Desa Sekalak dengan menyasar sebanyak 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Jumat (12/6/26).

Jalannya pembagian jaring pengaman sosial ini dipastikan berlangsung secara tertib, transparan, serta dipantau langsung oleh jajaran perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kepala Desa Sekalak, Sudarmono, menegaskan bahwa penentuan draf daftar penerima bantuan telah melalui proses validasi ketat agar tepat sasaran kepada masyarakat kategori rentan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen riil dari pemerintah desa dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sosiologis ekonomi warga yang sangat membutuhkan dukungan sosial.

“BLT Dana Desa bukan sekadar bantuan tunai, tetapi merupakan instrumen perlindungan sosial yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Sudarmono di hadapan warga.

Sudarmono meminta kepada seluruh KPM agar tidak melihat besar atau kecilnya nominal uang tunai yang mereka terima dari kebijakan pembiayaan desa tersebut.

Hal yang jauh lebih esensial adalah bagaimana manajemen keuangan keluarga penerima mampu memprioritaskan dana itu untuk pos pengeluaran yang mendesak dan produktif.

Pihaknya berharap intervensi anggaran ini tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif semata, melainkan menjadi pemantik semangat untuk menopang usaha mikro di tingkat keluarga.

“Yang terpenting adalah bagaimana bantuan tersebut mampu menjadi pemantik semangat untuk terus berusaha, bekerja keras, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” tambahnya.

Melalui skema penyaluran yang transparan dan akuntabel ini, Pemdes Sekalak optimistis penguatan pondasi ekonomi warga dapat berjalan beriringan dengan program infrastruktur desa.

Sinergitas yang kuat antara jajaran pemerintahan sosiologis di tingkat desa dengan masyarakat diyakini menjadi modal utama mewujudkan roda pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *