Seluma, Satujuang.com – Pemkab Seluma bergerak cepat menyambut program prioritas nasional. Dinas Perikanan Seluma mulai memetakan sejumlah desa.
Pendataan ini untuk dijadikan calon penerima bantuan Budidaya Ikan Air Tawar sistem Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) dari KKP RI untuk tahun 2027.
Sebagai menindaklanjuti audiensi Dinas Perikanan Seluma dengan DJPB KKP RI.
Upaya jemput bola tersebut membuktikan keseriusan pemda mendatangkan program pusat guna menggenjot kesejahteraan pembudidaya ikan lokal.
Plt Kepala Dinas Perikanan Seluma, Ali Sadikin, STP, menegaskan pemda sengaja bergerak lebih awal agar Seluma tidak kehilangan peluang alokasi bantuan.
“Program budidaya ikan air tawar sistem Mini RAS merupakan salah satu program prioritas DJPB KKP pada tahun 2027. Karena itu kami mulai bergerak lebih awal agar Kabupaten Seluma memiliki peluang memperoleh alokasi bantuan,” ujar Ali, Selasa (28/7/26).
Teknologi modern ini sejatinya telah sukses diuji coba sebagai proyek percontohan di Pulau Jawa, tepatnya di BBPBAT Sukabumi.
Meski juklak dan juknis masih digodok pusat, KKP telah mematok empat syarat utama bagi desa yang mengincar bantuan tersebut:
- Ketersediaan lahan sekitar 1.000 meter persegi berstatus aset desa atau hibah ber-SKT.
- Lokasi sesuai Rencana Tata Ruang.
- Sumber air yang memadai.
- Jaringan listrik pendukung yang siap pakai.
“Kami minta desa segera siapkan lahan sesuai dan persyaratannya jika ingin mendapatkan program ini,” tegas Ali.
Bagi desa yang lolos verifikasi, nilai bantuan yang digelontorkan mencapai sekitar Rp800 juta.
“Bantuan tersebut meliputi pembangunan kolam permanen berbahan beton dengan teknologi Mini RAS, bantuan benih ikan, pakan, hingga sarana dan prasarana pendukung budidaya selama satu siklus produksi,” jelas Ali.
Persiapan dini ini diyakini mampu memperbesar peluang Seluma merebut alokasi pusat.
Sistem Mini RAS sendiri menggunakan sirkulasi air tertutup dan tersaring yang membuat air tetap stabil.
Kolam tidak perlu dikuras usai panen, sehingga jauh lebih hemat air sekaligus mendongkrak produktivitas pembudidaya lokal. (da)











