Sungai Meluap, Lima Desa di Seluma Terendam Banjir

Satujuang, Seluma- Hujan berintensitas tinggi sejak Minggu sore memicu bencana alam yang menyebabkan setidaknya lima desa di Kabupaten Seluma terendam banjir.

Desa Lubuk Resam di Kecamatan Seluma Utara, Desa Air Keruh dan Tanjung Agung di Kecamatan Ulu Talo, Desa Kota Agung di Kecamatan Seluma Timur, serta Desa Talang Alai di Semidang Alas Maras menjadi wilayah yang terdampak.

Kepala BPBD Seluma, Arben Muktiar, membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Iya kita sudah mendapati laporan dari masyarakat bahwa terjadi banjir di Desa Air Keruh, Tanjung Agung, Kota Agung, Talang Alai dan Desa Lubuk Resam,” ujar Kepala BPBD Seluma, Arben.

Pihak BPBD saat ini masih melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan banjir guna memastikan kondisi terkini di lapangan.

“Malam ini kita sedang keliling memantau kondisi di beberapa desa yang rawan banjir, besok baru kita akan respons di desa yang terdampak banjir,” lanjut Arben.

Sementara itu, Camat Ulu Talo Reza Mudtadi melaporkan bahwa di wilayahnya, banjir baru terpantau di dua desa.

“Iya baru terpantau 2 desa yakni Desa Air Keruh dan Desa Tanjung Agung, disebabkan oleh meluapnya Sungai Talo,” ujar Camat Ulu Talo, Reza.

Reza menambahkan bahwa pihaknya telah mulai mendata dampak bencana di dua desa tersebut sejak malam kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun warga yang terdampak secara pasti.

Pendataan masih terus dilakukan oleh pihak kecamatan bersama tim terkait di seluruh wilayah terdampak.

Kepala BPBD Seluma Arben juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.

Ia berharap masyarakat segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” tutup Arben. (da)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *