Satujuang, Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu akan segera menertibkan pedagang di kawasan Pasar Panorama dalam minggu ini, didukung penuh kesiapan Satpol PP.
Rapat lanjutan mengenai rencana penertiban pedagang di Pasar Panorama telah digelar di Ruang Hidayah II Kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (8/12/25).
Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten II Sehmi dan dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Jajaran Dinas Perindagrin, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bapenda, Dinas Kominfo, serta OPD lain yang berperan dalam penataan dan pengawasan kawasan pasar turut hadir dalam rapat tersebut.
Kepala Pasar Panorama, Suganda, memaparkan kondisi terkini mengenai ketersediaan ruang bagi pedagang di dalam area pasar.
Suganda menegaskan bahwa kapasitas di dalam pasar masih sangat mencukupi untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan.
Menurutnya, tersedia 35 kios, 150 unit auning kosong bagi pedagang kaki lima (PKL), serta sekitar 150 lapak pelataran yang dapat menampung pedagang sayur-mayur.
Selain itu, lahan eks terminal juga masih memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi berdagang.
“Harapannya, saat penertiban nanti tidak ada pedagang yang tidak tertampung di dalam pasar. Selama ini Pasar Panorama terkesan semrawut karena banyak pedagang berjualan di badan jalan, trotoar, bahkan area parkir,” jelas Suganda.
Asisten II Sehmi menegaskan bahwa penertiban ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya, sekaligus langkah pemerintah dalam menciptakan pasar yang tertib, aman, dan tidak mengganggu lalu lintas.
“Ini rapat lanjutan sebelum kita lakukan penertiban Pasar Panorama dalam rangka menciptakan pasar yang tertib, aman serta mengembalikan fungsi jalan,” ujar Sehmi.
Ia juga menyoroti pedagang dari luar daerah yang berjualan menggunakan kendaraan di pinggir jalan.
“Pedagang sayur, ikan, ayam atau lainnya yang datang dari luar kota diminta untuk tidak berjualan di pinggir jalan dengan kendaraan. Jika tetap melanggar, kami akan ambil tindakan tegas,” tegasnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Sehmi menyebutkan bahwa eksekusi akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah dalam minggu-minggu ini. Saat ini kita mulai memberikan surat peringatan,” tambahnya.
Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Alex Periansyah, memastikan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah penertiban.
Zona yang akan dibersihkan mencakup Jalan Semangka Raya hingga Simpang Empat Panorama, Jalan Salak Raya menuju Simpang Pos Polisi, Jalan Kedondong, Jalan Manggis, dan Jalan Belimbing.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya Dinas Perindagrin atau Satpol PP. Kami sudah briefing dan memetakan seluruh titik,” katanya.
Alex menegaskan bahwa upaya pemerintah adalah memastikan seluruh pedagang di badan jalan dapat masuk dan mendapatkan tempat di dalam pasar.
“Kita berupaya dulu agar semuanya bisa masuk dan dapat tempat. Insya Allah semua tertampung,” ucapnya.
Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan bahwa institusinya siap kapan pun ditugaskan untuk melakukan penertiban.
“Kalau besok ditugaskan, kami siap. Lusa siap. Hari ini pun siap. Intinya, pedagang yang berjualan di daerah milik jalan—mulai dari atas selokan, trotoar, hingga badan jalan—silakan bergeser masuk ke dalam pasar,” ujar Sahat.
Sahat juga membenarkan adanya pedagang dari luar kota yang berdagang di badan jalan.
“Dari tutur kata, interaksi, hingga nomor kendaraan, sangat jelas beberapa pedagang itu berasal dari luar kota,” ungkapnya.
Sahat turut mengungkap temuan penting dalam rapat, yakni adanya 68 penerima Surat Perintah Tugas (SPT) parkir di kawasan Panorama.
Namun, sebagian di antaranya diketahui menyalahgunakan area parkir tersebut untuk aktivitas berjualan.
“Kami minta dengan penuh kesadaran agar tidak memperjualbelikan lahan parkir atau mengalihfungsikan untuk berjualan. Jika peringatan pertama tidak diindahkan, ada konsekuensinya, bisa berupa pencabutan SPT,” tegasnya.
Selain itu, ditemukan juga pemasangan jaringan listrik ilegal di kawasan tersebut yang akan ditindaklanjuti oleh PLN.
Pemerintah Kota Bengkulu akan segera menurunkan tim gabungan untuk melakukan penertiban pedagang yang masih berjualan di badan jalan dan trotoar di kawasan Pasar Panorama.
Dengan ketersediaan ratusan tempat kosong di dalam pasar, pemerintah optimistis penataan kali ini dapat berjalan lancar dan komprehensif. (Rls)












trotoar yg dijadikan kios atap biru kembalikan fungsinya…
tiang listrik kok dijadikan dlm kios..kok semua diam..pol pp..perhubungan..pln diam