Miris, Hanya 1 Pasien Darurat Yang Berhasil Berangkat dari Enggano, Tiket Cari Sendiri

2 menit baca

Satujuang, Bengkulu- Warga pulau Enggano yang sebelumnya dikabarkan harus mendapatkan perawatan kesehatan secepatnya di Kota Bengkulu ternyata hanya 1 pasien darurat yang berhasil diberangkatkan dari Enggano hari ini, Selasa (3/6/25).

“Janji akan dibantu tiket itu gak ada. Tiket itupun didapatkan dari upaya keluarga pasien sendiri yang mencari di bandara,” ungkap PAABUKI (koordinator kepala suku Enggano), Milson Kaitora.

Padahal kata Milson, 2 orang yang harus diberangkatkan segera ke Bengkulu hari ini. Karena fasilitas kesehatan di Enggano tidak mampu mengatasi.

Yang membuat ia merasa geram adalah, dari Riske Yolanda Putri, satu-satunya dokter yang ada di Enggano malah ikut terbang ke Bengkulu.

“Kenapa gak kasih tiket ke pasien satunya lagi untuk berangkat ke Bengkulu?, selain itu kalau tiba-tiba ada warga sakit di Enggano, dokter mana yang akan periksa?,” kesal Milson.

Dalam keterangannya, Milson turut mengungkapkan fakta bahwa fasilitas kesehatan dalam kondisi memilukan terjadi di Enggano saat ini. Puskesmas Enggano hanya buka sesuai jam kerja.

Menyebabkan pasien kritis tetap disuruh pulang jika datang di luar jam operasional. SOP sangat dipatuhi Puskesmas, tapi realita di lapangan diabaikan.

“Ketika nyawa dipertaruhkan, siapa yang bertanggung jawab?, sementara Rumah Sakit Bergerak Enggano saat ini tidak aktif. Hanya ada satu petugas yakni Bidan Kumala Sari. Tanpa dokter, tanpa tenaga medis lain. Karena pegawai lainnya sudah dirumahkan,” paparnya.

Untuk diketahui masyarakat adat Enggano yang dalam kondisi kritis saat ini terpaksa dirawat di rumah mereka sendiri. Mereka adalah Rediana (perempuan), Hasibuan (laki-laki) dan Yesayas (laki-laki) yang kini dalam keadaan lemas, bahkan satu sudah dipasangi infus di rumah.

Menurut penelusuran media ini, yang berhasil berangkat ke Bengkulu hari ini adalah Rediana. Sementara janji akan adanya bantuan tiket dari pemerintah setempat, hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *