Minyakita Turun Harga, Kini Stabil di Bawah HET

Jakarta- Harga minyak goreng kemasan sederhana atau Minyakita mulai menunjukkan tren penurunan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, saat ini harga rata-rata Minyakita telah turun ke Rp 17.000 per liter.

Bahkan, di beberapa pasar seperti Pasar Sedati di Surabaya, harganya sempat mencapai Rp 15.500 per liter, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

Penurunan harga ini terjadi setelah lonjakan yang sebelumnya terjadi saat momen Natal dan Tahun Baru (nataru).

Pada saat itu, harga Minyakita rata-rata mencapai Rp 17.200 per liter, dan di beberapa daerah bahkan melonjak hingga Rp 18.000–Rp 19.000 per liter.

Distribusi Terganggu Akibat Libur Nataru

Menurut Budi, lonjakan harga Minyakita sebelumnya disebabkan oleh terganggunya distribusi pasokan akibat libur panjang nataru.

Banyak distributor yang baru beroperasi penuh setelah tanggal 6 Januari, sehingga menyebabkan keterlambatan distribusi minyak goreng di sejumlah daerah.

“Stok sebenarnya ada di distributor, tetapi distribusinya terlambat karena sebagian besar masih libur. Sekarang, distribusi sudah mulai berjalan normal, dan harga kembali stabil,” jelas Budi di Kementerian Perdagangan, Jumat (10/1/25).

Upaya Stabilisasi Harga

Kementerian Perdagangan telah mengadakan pertemuan dengan distributor Minyakita untuk memastikan kelancaran distribusi.

Pemerintah juga memastikan bahwa pasokan minyak goreng dari produsen ke distributor utama (D1 dan D2) tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dengan distribusi yang mulai berjalan normal, diharapkan harga Minyakita di pasar dapat kembali ke level yang sesuai dengan HET, yaitu Rp 15.700 per liter.

Pemerintah akan terus memantau situasi agar stabilitas harga tetap terjaga.(Red/detik)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *