Semarang – Lahan kosong tak terawat disulap oleh Yulistiyono, Lurah Kramas, Kecamatan Tembalang, menjadi lahan hijau dengan aneka ragam tanaman hidarioponik.
Nampak berbagai tanaman berjejer memenuhi lahan kosong yang berada tepat di samping kantor Kelurahan Kramas Kota Semarang ini.
Ada tanaman sawi dalam wadah pipa paralon yang siap dipanen, ada tomat, lombok, terong dan singkong yang ditanam di lahan belakang kantor.
Dijelaskannya, wilayah di perkotaan sudah semakin sulit mencari lahan terbuka dan luas.
Sehingga harus memanfaatkan lahan serta ruang yang ada untuk sebisa mungkin dapat digunakan menjadi lahan yang mempunyai nilai kemanfaatan.
“Saat kami datang pindah tugas di kantor Kelurahan Kramas ini, melihat ada ruang terbengkelai, kotor dan kumuh di sekitar kantor. Lalu kita ubah menjadi ruang yang memiliki fungsi kemasyarakatan,” ujar Yulis di kantornya, Jumat (24/3/23).
Hal tersebut menurut Yulis, sesuai dengan arahan Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu dengan program unggulannya yakni urban farming yang gencar diterapkan di Kota Semarang.
Dari mulai pembibitan dan perawatan hingga dapat dipanen, Yulis butuh waktu tiga hingga empat bulan baru bisa menikmati hasilnya.
“Dalam tiga bulan kita baru dapat melihat hasilnya dan dapat kita nikmati bersama. Bahkan ada keuntungan yang dapat dimanfaatkan oleh PKK,” ujarnya.
Selain itu, Yulis memanfaatkan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang dapat dipilah sampahnya.
Sehingga menghasilkan barang yang dapat dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman hidarioponik ini, antara lain botol kemasan air minum yang dapat dipergunakan sebagai media tanaman hidarioponik.
Saat ini dirinya telah menyiapkan seribu bibit tanaman yang siap dibudidayakan ditanam bersama warga.
“Intinya kita sedikit mengawali untuk sesuatu yang baik agar dapat ditiru oleh masyarakat. Dan masyarakat dapat mengembangkan lagi budidaya tanaman hidarioponik ini menjadi sesuatu yang menghasilkan secara ekonomi, sehingga ke depan dapat dirasakan oleh warga manfaat dari tanaman hidarioponik ini sebagai upaya menjaga ketahanan pangan,” tandasnya.
Dari apa yang telah dilakukannya saat ini, Yulis berharap warga Kelurahan Kramas, dapat turut serta mendukung program pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Hevearita G. Rahayu terkait pengendalian inflasi.
“Dimana masyarakat turut menggalakkan budidaya tanaman sebagai ketahanan pangan di masyarakat,” pungkasnya. (red*/hdi).











