Kontak WA Diblokir Pacar, Janda Muda di Kepahiang Ditemukan Kritis Usai Teguk Racun Rumput

2 menit baca

Kepahiang, Satujuang.com – Dipicu perselisihan asmara hingga kontak komunikasinya diblokir sang kekasih, janda muda berinisial SI (18) nekat melakukan aksi nekat meminum cairan herbisida (racun rumput) pada Jumat (14/8/26).

Warga Kecamatan Kepahiang yang diketahui berstatus janda muda tersebut ditemukan warga dalam kondisi tergeletak lemas dan tidak sadarkan diri di kawasan Jembatan Jalan Ringroad, tepat di belakang Masjid Agung Baitul Hikmah, Kabupaten Kepahiang.

Saat ditemukan warga sekitar, korban yang mengenakan pakaian serba hitam itu berada tak jauh dari sepeda motor Yamaha Mio warna merah bernomor polisi BD 4369 KK miliknya.

Di dekat kendaraan korban, ditemukan pula kantong plastik hitam yang diduga berisi sisa cairan racun rumput.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat korban dipicu Cekcok dengan kekasihnya, HK, warga Desa Limbur Baru, Kecamatan Bermani Ilir.

Emosi korban memuncak setelah HK secara sepihak memblokir kontak telepon dan WhatsApp milik korban.

Dalam kondisi kalap dan emosional, SI lantas membeli cairan herbisida di Desa Daspetah sebelum akhirnya mengendarai sepeda motor menuju lokasi kejadian untuk meminum cairan berbahaya tersebut.

Warga yang mendapati tubuh korban tergeletak tak berdaya langsung menghubungi pihak keluarga dan melarikannya ke RSUD Kepahiang guna mendapatkan pertolongan medis darurat.

Dokter jaga RSUD Kepahiang, dr. Yohana, membenarkan bahwa pihaknya menerima pasien terindikasi keracunan herbisida tersebut sekitar pukul 13.05 WIB.

Tim medis langsung bergerak cepat mengambil tindakan penyelamatan berupa prosedur kumbah lambung.

“Pasien saat ini kondisinya sudah stabil. Namun masih mengalami gejala iritasi tenggorokan, mual-mual dan muntah,” jelas dr Yohana.

Saat ini korban masih menjalani observasi ketat dan perawatan intensif di RSUD Kepahiang dengan didampingi pihak keluarga serta perangkat desa setempat.

Sementara itu, jajaran kepolisian setempat telah turun ke lokasi guna melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap dari peristiwa tersebut. (Red/BT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *