Satujuang, Seluma- Seorang warga yang sempat diduga hanyut saat banjir di Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo, akhirnya ditemukan selamat di kawasan kebun sawit milik warga pada Selasa (7/4/26) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban diketahui bernama Elpan (59), yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu malam (5/4) usai pergi memancing.
Elpan berangkat memancing sekitar pukul 22.00 WIB saat debit air tengah meningkat akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut.
Hingga Selasa pagi (7/4) pukul 06.00 WIB, Elpan tak kunjung pulang ke rumah, sehingga keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian secara mandiri.
Laporan resmi orang hilang kemudian disampaikan dari Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo, pada Senin (6/4) pukul 07.00 WIB.
Tim SAR pun diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif, terutama dengan menyisir aliran sungai hingga ke wilayah laut.
Sementara itu, warga setempat terus melakukan pencarian di daratan, termasuk menyusuri kawasan kebun milik warga sekitar aliran sungai.
Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 11.00 WIB, saat warga menemukan Elpan dalam kondisi selamat di area kebun milik warga.
Saat ditemukan, kondisi Elpan disebut dalam keadaan linglung dan menunjukkan perilaku yang tidak biasa.
Camat Ilir Talo, Tusmi Hirawani, mengungkapkan bahwa kondisi korban saat ditemukan cukup mengkhawatirkan, namun berangsur membaik setelah dievakuasi.
“Laporan kades kepada kami bahwa kronologi korban ditemukan oleh warga bekerjasama dengan tim dari Basarnas dan tim Tagana di pondok kebun sawit milik warga,” ujar Camat Tusmi Hirawani.
Elpan sempat melarikan diri saat ditemukan, namun berhasil dikejar dan dikepung oleh warga serta tim Basarnas sebelum akhirnya dibawa pulang.
Camat Tusmi menambahkan, keberhasilan penemuan korban tidak lepas dari kerja sama antara masyarakat dan tim gabungan yang terus melakukan pencarian sejak laporan diterima.
Sebelumnya, kondisi cuaca di wilayah tersebut dilaporkan mendung, dengan situasi pasca banjir yang masih berdampak di sejumlah titik.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di wilayah rawan seperti sungai dan pesisir. (da)











