Dorong Implementasi Digitalisasi di Berbagai Sektor, Pemkab BS Gelar HLM

2 menit baca

Bengkulu Selatan, Satujuang.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan (Pemkab BS) menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM), Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Bappeda.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong implementasi digitalisasi di berbagai sektor, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta pelayanan publik di Kabupaten BS.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Diah Winarsih SH, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen seluruh pihak terkait dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

“Dalam pelaksanaan program ini, seluruh tim yang masuk dalam Satuan Tugas (Satgas) TP2DD harus bersinergi. Dengan harapan, kita bisa lebih mempercepat dan memperluas digitalisasi. Dalam proses menjalankan roda pemerintahan,” jelasnya.

TP2DD adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi keuangan, mendukung tata kelola, dan integrasi sistem keuangan daerah.

Program ini juga bertujuan untuk mendukung transaksi pembayaran secara digital, keuangan inklusif, dan integrasi ekonomi serta keuangan digital nasional.

Beberapa manfaat digitalisasi, antara lain meningkatkan efisiensi operasional, Mengurangi keterlambatan dan kesalahan manusiawi, memungkinkan akses real-time terhadap data penting.

“Untuk itu, pentingnya sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam memastikan keberhasilan program digitalisasi, sekaligus kita mengharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat,” sampainya.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam revolusi digitalisasi keuangan, antara lain, keamanan dan privasi, Inklusi keuangan digitalisasi agar masyarakat tidak terpinggirkan.

Kemudian pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kolaborasi, transparansi dan akuntabilitas serta meningkatan infrastruktur digital.

“Pemkab BS berharap, dapat mempercepat pelaksanaan digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan, menuju tata kelola yang lebih modern, akuntabel, dan berbasis teknologi,” pungkas Diah. (Sandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *