Seluma, Satujuang.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Seluma gerak cepat tangani dugaan kasus kekerasan fisik lintas pelajar yang terjadi di lingkungan SMPN 45 Seluma melalui langkah mediasi sosiologis.
Namun, upaya penyelesaian kekeluargaan yang difasilitasi dinas tersebut pada Sabtu (13/6/26) siang belum membuahkan draf hasil akhir yang tuntas dan terkesan masih menggantung.
Dari draf data terbaru, aksi perundungan berdurasi 18 detik di area kebun kelapa sawit Desa Air Teras tersebut ternyata menyasar dua orang siswi sekaligus, yakni berinisial RS dan VI.
Mediasi Jilid Pertama Temui Jalan Buntu
Pertemuan maraton yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut turut dihadiri langsung oleh perwakilan Polres Seluma, Kapolsek Talo, BPMP, UPT PPA Kabupaten Seluma, serta jajaran tokoh masyarakat.
Kepala Disdikbud Kabupaten Seluma, Munarwan Syafu’i, melalui Kepala Bidang SMP, Hairul Putra, mengonfirmasi baru satu anak korban yang menyatakan kesepahaman untuk mengakhiri perselisihan.
Sementara itu, satu korban lainnya secara tegas menolak draf perdamaian di atas kertas dengan alasan masih harus menunggu keputusan dan restu dari ibu kandungnya.
“Tadi baru satu anak yang sudah damai, yang satunya lagi belum bersedia dengan alasan masih menunggu persetujuan dari ibunya. Kita berikan waktu 3 hari untuk berfikir lagi, dan Senin yang akan datang akan kita adakan mediasi kedua,” kata Hairul Putra.
Siapkan Opsi Mediasi Kedua dan Pendampingan Mental
Guna memberikan ruang sosiologis bagi keluarga korban yang belum sepakat, Disdikbud memberikan kelonggaran waktu tenggat selama tiga hari ke depan sebelum menggelar mediasi jilid kedua pada Senin mendatang.
Di samping memburu penyelesaian administrasi perkara, Hairul memastikan negara tetap hadir dalam menjaga kondisi psikologis seluruh anak yang terlibat di dalam video viral tersebut.
Efek perundungan serta tekanan siber pasca video itu tersebar luas di jagat maya dinilai sangat rentan merusak masa depan mental, baik bagi pihak korban maupun pelaku.
Pihak Disdikbud Seluma dikonfirmasi telah membangun komitmen kuat dengan UPT PPA Seluma untuk menerjunkan tim psikolog anak guna memberikan trauma healing secara berkala.
Langkah kolaboratif terpadu ini diharapkan mampu meredam gejolak sosiologis di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi momentum evaluasi total dalam penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Seluma. (Da)











