Dipangkas Rp700 Juta, Pemdes Pojok Pastikan Program Stunting dan Gizi Tetap Terpantau Ketat

2 menit baca

Blitar, Satujuang.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar menyatakan kesiapannya menyikapi kebijakan pemotongan transfer Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2026 dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Meski harus mengalami efisiensi anggaran hingga mencapai kurang lebih Rp700 juta, Pemdes Pojok memastikan program penanganan stunting, pemantauan gizi warga, serta pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama yang dikawal ketat.

Kepala Desa Pojok, Drs Wiyoko, menegaskan bahwa pemotongan anggaran transfer tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi nasional yang dialokasikan untuk mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa program prioritas nasional yang dimaksud antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Kelompok Desa Mandiri Pangan (KDMP), Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta penguatan BUMDes.

“Efisiensi anggaran dari pusat itu kebijakan dari negara dan daerah. Pemdes Pojok siap, karena pemotongan anggaran itu sasarannya dialihkan pada proyek strategis nasional. Lewat musyawarah desa (Musdes), hal ini sudah kami umumkan kepada masyarakat bahwa anggaran 2026 dipotong kurang lebih Rp700 juta, dan warga tidak mempermasalahkan,” terang Wiyoko, Selasa (12/8/26).

Wiyoko menambahkan, masyarakat dapat menerima kebijakan tersebut lantaran alokasi proyek strategis nasional seperti MBG dan KDMP terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Di tengah penyesuaian anggaran, Kades Pojok berkomitmen turun langsung memastikan kesehatan dan kecukupan gizi kelompok rentan di desanya, mulai dari anak balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Pemantauan asupan gizi yang bersumber dari program pemerintah dilakukan secara rutin setiap hari di tiga titik lokasi pelayanan:

  • Kantor Desa Pojok
  • Poliklinik Desa (Polindes)
  • Pos Pelayanan Dusun Karangrejo

“Tiap hari saya tunggui dan saya pastikan bahwa asupan gizi yang diberikan oleh pemerintah kepada warga kami itu sehat, layak, dan benar-benar tepat sasaran,” tegas Wiyoko.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Pojok, Imam Nawawi, menjelaskan bahwa porsi APBDes Pojok TA 2026 telah dipetakan secara terukur pada Bidang 1 hingga Bidang 4.

Fokus alokasi dana diarahkan untuk mendukung operasional Posyandu, percepatan penurunan stunting, serta penyaluran BLT Desa.

Sisa anggaran yang ada kemudian dimaksimalkan untuk perbaikan infrastruktur desa yang sifatnya mendesak (urgent).

“Untuk infrastruktur mendesak, kami melakukan penanganan TPT (Tembok Penahan Tanah) di jalan menuju pemakaman umum yang sempat longsor. Selain itu, ada dua titik perbaikan dan rehabilitasi jalan desa dengan panjang masing-masing 203 meter dan 975 meter,” pungkasi Imam Nawawi. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *