Budaya Ronda Malam di Tegal Dihidupkan Kembali, Polisi Ajak Warga Jaga Kamtibmas

2 menit baca

Satujuang, Tegal – Budaya ronda malam kembali dihidupkan kembali untuk memperkuat keamanan berbasis masyarakat di wilayah Tegal.

Kapolres AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., turun langsung ke sejumlah pos kamling pada Kamis malam (11/9) untuk memantau dan mengajak warga menghidupkan kembali budaya ronda malam.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program revitalisasi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang di harapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Beberapa pos kamling yang di kunjungi di antaranya berada di Banowati, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur; Jalan Abdul Muis, Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan; Perumahan Kaligangsa Asri, Kecamatan Margadana; serta Pos Kamling Cinde Kencana, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.

Dalam pertemuannya dengan warga di Tegal Timur, AKBP Putu menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan juga tanggung jawab bersama.

“Beberapa kejadian yang sempat terjadi belakangan ini harus menjadi pelajaran agar kita tetap kompak dan waspada,” ujarnya.

Kapolres juga memberikan apresiasi atas sambutan positif masyarakat terhadap kebijakan ini. Ia menilai ronda malam bukan sekadar menjaga lingkungan, melainkan sarana mempererat solidaritas dan kepedulian antar warga.

“Ronda adalah bentuk nyata gotong royong. Dengan kebersamaan, lingkungan akan lebih aman dan nyaman,” tambahnya.

Dukungan pun datang dari Lurah Kejambon, Rokhiman, yang menyatakan kesiapannya bersama warga untuk menjaga keamanan wilayah.

“Kami siap mendukung penuh program ini. Keamanan lingkungan adalah prioritas bersama,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua RW 06 Kejambon, H. Wasori, menilai kunjungan Kapolres menjadi motivasi bagi warganya agar kembali aktif melakukan ronda malam.

“Kehadiran Kapolres memberi semangat baru bagi warga untuk tidak lengah menjaga lingkungan,” katanya.

Polres Tegal Kota berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi budaya masyarakat.

“Menjaga kampung halaman melalui ronda malam adalah wujud cinta pada lingkungan tempat tinggal,” pungkas Kapolres. (Hera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *