Seluma, Satujuang.com – Kabar melegakan menghampiri sektor infrastruktur daerah setelah Kabupaten Seluma dipastikan menerima kucuran anggaran IJD 2026 (Instruksi Presiden Jalan Daerah) senilai sekitar Rp35 miliar dari pemerintah pusat.
Suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut disiapkan khusus untuk membiayai preservasi tiga ruas jalan strategis dengan total bentang penanganan mencapai 8,93 kilometer.
Kucuran dana pusat ini menjadi angin segar bagi percepatan pemerataan jalan mantap di daerah berjuluk Bumi Serasan Seijoan.
Terlebih, keterbatasan fiskal APBD Seluma selama ini kerap memaksa warga di sejumlah pelosok desa bergotong royong menambal jalan rusak secara swadaya demi menunjang mobilitas harian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seluma, M. Saipullah, SE, ST, ME, membenarkan perolehan alokasi pembiayaan pemeliharaan jalur logistik tersebut saat ditemui di ruang kerjanya.
“Ya, tahun ini Kabupaten Seluma mendapatkan IJD kurang lebih Rp 34 miliar. Anggaran itu untuk preservasi tiga ruas jalan,” terang Saipullah, Jumat (6/11/26).
Berdasarkan rincian teknis Dinas PUPR Seluma, ruas pertama menyasar jalur Nasional Cahaya Negeri–Tawang Rejo sepanjang 1,8 kilometer dengan pagu anggaran senilai Rp6.031.516.000.
Paket kedua meliputi jalur penghubung Sari Mulyo–Tawang Rejo sepanjang 0,56 kilometer dengan serapan anggaran sebesar Rp2.652.000.000.
Sementara itu, porsi alokasi terbesar difokuskan untuk membenahi ruas vital Padang Serai–Pasar Ngalam sepanjang 6,57 kilometer dengan pagu mencapai Rp26.624.900.000.
Jalur ini merupakan koridor penyangga penting perlintasan warga dan akses menuju sentra pelayanan publik di pesisir Seluma.
“Jika dirinci, ketiga kegiatan preservasi tersebut memiliki total panjang sekitar 8,93 kilometer,” papar Saipullah merinci kalkulasi volume pengerjaan fisik di lapangan.
Saipullah menegaskan, preservasi jalan bukan sekadar memperbaiki lapis permukaan aspal, melainkan langkah strategis menjamin keberlanjutan fungsi infrastruktur penunjang ekonomi.
Pembenahan tiga titik krusial ini diharapkan mampu menekan biaya logistik angkutan hasil perkebunan sawit dan pertanian sawah warga.
“Dengan adanya IJD ini, tentu kita berharap konektivitas antar wilayah di Kabupaten Seluma dapat memperlancar aktivitas masyarakat,” pungkasnya.
Dinas PUPR memastikan bakal mengawal ketat realisasi fisik di lapangan agar mutu pengaspalan sesuai spesifikasi teknis dan bertahan lama bagi kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (da)







