Seluma, Satujuang.com – Ketika akses vital tak kunjung tersentuh perhatian pemerintah daerah, masyarakat di pelosok pedesaan akhirnya dipaksa merogoh kocek sendiri.
Warga tiga desa di Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, berinisiatif patungan dana sekitar Rp9 juta demi menambal jalan rusak parah yang kian mengancam keselamatan pengendara, Sabtu (17/10/26).
Aksi swadaya ini melibatkan warga Desa Talang Kebun, Desa Lubuk Terentang, dan Desa Napal Jungur.
Masyarakat bahu-membahu melakukan pengecoran atau rabat beton darurat pada sejumlah titik tanjakan terjal yang menjadi urat nadi mobilitas harian.
Kepala Desa Lubuk Terentang, Sartono, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil mufakat antara warga dan pemerintah desa setempat.
“Alhamdulillah hari ini kami masyarakat dari tiga desa melakukan swadaya untuk mengecor atau rabat beton jalan,” ujar Sartono.
“Jalan ini merupakan akses utama menuju Desa Lubuk Terentang dan Talang Kebun,” imbuhnya.
Dana sebesar Rp9 juta tersebut dihimpun secara kolektif dari sumbangan warga desa, para tengkulak sawit dan getah karet, serta pemilik kebun luar daerah yang melintasi kawasan tersebut.
“Dananya murni swadaya, melibatkan masyarakat, toke sawit, toke karet, serta warga desa lain yang menyumbang. Pengerjaannya kami lakukan bergotong royong,” beber Sartono.
Secara batas administratif, titik kerusakan jalan yang diperbaiki berada di wilayah Desa Napal Jungur, namun menjadi jalur utama lalu lintas warga lintas desa.
Dalam penanganan sementara, warga mengecor badan jalan sepanjang 60 meter yang dibagi dua lajur kiri dan kanan masing-masing 30 meter agar kendaraan roda empat dapat mendaki tanjakan.
Kendati telah menguras tenaga dan biaya warga, pengecoran darurat tersebut baru mencakup sebagian kecil dari bentang kerusakan jalan yang ada.
“Jalan yang rusak parah masih banyak. Kami masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyumbang, karena terus terang masih banyak tanjakan rusak yang perlu diperbaiki,” ungkap Sartono.
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma.
Infrastruktur jalan yang diperbaiki secara swadaya ini bukan jalur pelengkap, melainkan jalur ekonomi utama untuk mengangkut hasil komoditas perkebunan serta akses mobilitas pelajar dan guru menuju sekolah.
Masyarakat menegaskan, semangat gotong royong warga desa tidak boleh dijadikan dalih bagi pemerintah untuk berlepas tangan dari tanggung jawab penyediaan infrastruktur publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis maupun Pemerintah Kabupaten Seluma mengenai rencana perbaikan permanen terhadap akses penghubung antardesa tersebut. (Red/da)





















