Bos Minyakita Ilegal Bengkulu Ngaku Produksi 100 Ton Meski Izin Belum Terbit

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Heru Satriawan, blak-blakan mengakui telah memproduksi minyak goreng merek Minyakita Ilegal hingga menembus angka 100 ton, meskipun belum mengantongi izin resmi dari pemerintah.

Pengakuan mengejutkan tersebut disampaikan Heru saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan produksi dan peredaran minyak goreng ilegal dengan terdakwa Riki Prayoga di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (17/9/26).

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin T Oyong SH MH, Heru yang juga berstatus tersangka dalam berkas terpisah menguak skenario nekat menyulap bangunan bekas lapangan futsal menjadi pabrik pengolahan minyak.

“Perizinan PT Cikal Kencana Jaya belum ada yang keluar izinnya, baru dimasukkan,” terang Heru di hadapan majelis hakim.

Heru membeberkan bahwa aktivitas operasional pabrik mulai bergerak usai Lebaran 2025.

Tanpa menunggu kelengkapan dokumen negara, ia membeli tangki penampung dan memesan bahan baku dalam skala masif dari vendor PT Olien Sawit Lestari.

“Ada 100 ton lebih dipesan, dan saya langsung ke vendor,” ungkapnya.

Tak hanya mengabaikan aspek legalitas, Heru juga secara terang-terangan mengaku tidak mengetahui standar mutu maupun kandungan nutrisi pada produk minyak yang ia edarkan ke masyarakat luas.

“Soal kandungan isi minyak, apakah ada kandungan vitaminnya, saya tidak tahu, Yang Mulia,” tutur Heru.

Dalam persidangan tersebut, Heru turut mengungkap alasannya menunjuk terdakwa Riki Prayoga sebagai Kepala Produksi dengan imbalan fee sebesar Rp4 juta per bulan.

Riki direkrut langsung atas dasar pertemanan tanpa melalui proses wawancara kerja.

Usai persidangan, JPU Kejati Bengkulu, Lucky Selvano Marigo, menegaskan bahwa fakta persidangan memperkuat keterlibatan aktif terdakwa Riki yang secara sadar ikut mengendalikan operasional pabrik ilegal tersebut.

“Di sini terlihat jelas peran dari Riki Prayoga bahwa dia memang mengetahui operasional ini dan mau ikut serta, bahkan aktif membantu karena faktor pertemanan itu,” tegas Lucky. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *