Janji Pemerintah Tak Kunjung Terwujud, Korban Gempa Bengkulu Hidup di Puing Rumah dan Kontrakan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu– Enam bulan pascagempa magnitudo 6,3 yang mengguncang Bengkulu pada 23 Mei 2025, ratusan warga terdampak masih menanti janji bantuan pemerintah.

Tercatat sebanyak 121 rumah rusak akibat gempa belum menerima dana stimulan yang dijanjikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB sebelumnya memastikan akan memberikan dana stimulan bagi rumah rusak, yakni Rp60 juta untuk kategori rusak berat, Rp30 juta rusak sedang, dan Rp15 juta rusak ringan.

Namun hingga kini bantuan tersebut tak kunjung cair. Realita di lapangan, korban justru terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Meiza Zulfatni, warga Perumahan Rafflesia Asri Betungan, mengaku masih tidur di sisa dapur rumahnya yang roboh dengan atap terpal seadanya.

“Awalnya rumah saya disurvei masuk kategori rusak berat, lalu berubah jadi rusak sedang. Sampai sekarang janji bantuan tidak kunjung datang, kami tidur di puing rumah,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Satujuang.com, Rabu (27/8/25).

Kondisi serupa dialami Mahdalena yang tetap menempati rumah retak meski berisiko roboh.

“Kalau angin kencang, dinding terdengar bergoyang. Tapi mau bagaimana lagi, janji bantuan tak juga datang,” keluhnya.

Rian Saputra, korban lain yang rumahnya roboh total, terpaksa mengontrak rumah Rp600 ribu per bulan sejak empat bulan terakhir.

Ia menyesalkan janji pemerintah yang menyebut kontrakan warga akan diganti.

“Sampai sekarang belum ada realisasinya. Kalau dari awal tidak dijanjikan, tentu kami akan mencari cara lain,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Bengkulu, Wilhopi, menegaskan pihaknya sudah mengirim seluruh berkas ke BNPB.

“Berkas sudah kami lengkapi, tapi masih menunggu verifikasi Inspektorat BNPB. Itu kewenangan BNPB, bukan BPBD,” ujarnya.

Dari 121 rumah rusak, tercatat 33 kategori rusak berat, 21 rusak sedang, dan 67 rusak ringan. Meski demikian, tak satu pun bantuan sudah diterima warga hingga saat ini.

Janji pemerintah yang semula membawa harapan kini berbalik menjadi kekecewaan. Sementara warga korban gempa masih hidup di tengah puing, rumah retak, dan kontrakan yang semakin memberatkan ekonomi keluarga.

Nampaknya kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi kejadian tidak serta merta membuat persoalan ini selesai dengan cepat.

Begitupun dengan pihak Pemprov Bengkulu yang bahkan sempat heboh didunia maya soal upaya pengumpulan dana dari berbagai pihak untuk membantu korban gempa pun nampaknya tidak membuat persoalan di sana cepat selesai.

Kini warga hanya bisa berharap, agar janji-janji yang disampaikan kepada mereka segera direalisasikan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *