Satujuang, Bengkulu- Pada Senin (14/4) kemarin, dikabarkan kapal Pulo Tello nyangkut di luar Pelabuhan Pulau Baai setelah melakukan ujicoba alur pelayaran yang mengalami pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai.
KMP Pulo Tello bisa lolos melintasi alur dengan dariaft kedalaman 2,5 meter. Tapi, setelah berhasil uji coba siangnya alur kembali dangkal, sehingga Pulo Tello tidak bisa masuk kembali ke kolam pelabuhan Pulau Baai.
“Izin menyampaikan KMP Pulo Tello tadi pagi jam 7.00 WIB sudah berhasil uji coba melewati alur pelabuhan pulau baai, tapi tidak bisa masuk ke kolam pelabuhan lagi dikarenakan air sudah bergerak surut,” sampai Anggota DPRD kota Bengkulu, Edi Heriyanto via Whatsapp pada, Senin (14/4) sore kemarin.
Menghadapi kondisi tersebut, pihak terkait mengambil inisiatif untuk mentransit para penumpang yang akan berangkat menuju ke pulau Enggano menggunakan kapal milik Basarnas.
Informasi terhimpun, setidaknya dilakukan 12 trip pengantaran para penumpang dengan menggunakan kapal milik Basarnas menuju KMP Pulo Tello yang berada di luar kolam Pelabuhan Pulau Baai hari ini Selasa (15/4/25).
Seperti diketahui, alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan. Pendangkalan ini sudah lama terjadi namun masih bisa dilalui beberapa kapal hingga badai yang terjadi pada akhir bulan Maret kemarin.
Pasca terjadi badai 3 hari berturut-turut tersebut, lalu lintas kapal di alur Pelabuhan Pulau Baai sempat mati suri. Hanya kapal kecil yang masih bisa lalu-lalang di jalur tersebut.
Pada 29 Maret pihak Pelindo diminta untuk melakukan pengerukan alur tersebut. Namun, nampaknya ada beberapa kendala yang mereka hadapi hingga akhirnya pengerukan baru dilaksanakan pada 8 April.
Hingga saat ini dikabarkan pengerukan terus dilakukan, meski dengan alat yang seadanya.
Sempat terjadi berbagai polemik di tengah masyarakat terkait pengerukan tersebut. Pelindo didesak oleh banyak pihak.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bahkan kabarnya sempat melontarkan statement jika Pelindo tidak mampu mengelola pelabuhan maka diminta diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kemudian ada pula statement tegas dari anggota legislatif yang bahkan meminta Pelindo untuk angkat kaki dari Bengkulu.
Teranyar, sejumlah masyarakat yang menyebut diri dari Enggano juga sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pelindo Bengkulu.











