Seluma, Satujuang.com – Dugaan pungli dan penahanan raport siswa SMPN 11 Seluma viral, memicu adu cek cok wali murid dengan oknum guru.
Insiden ini sontak menjadi buah bibir dan dinilai mencederai nama baik Kabupaten Seluma, khususnya dunia pendidikan. Hal ini bermula dari unggahan Akun Facebook Fitri Fitriani, pada Kamis (15/1).
Menyikapi permasalahan dugaan pungli tersebut, Rohidi, Kepala Sekolah SMP 11 Seluma, mengatakan ia sudah memerintahkan wali murid agar menggelar mediasi. Mediasi ini terkait persoalan di sekolahnya.
“Saya sekarang di luar kota. Guru yang bersangkutan sudah diminta klarifikasi juga oleh Disdikbud Seluma. Nanti hasilnya tunggu Pak Kadis,” kata Rohidi saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/26).
Rohidi menegaskan, soal penahanan rapor siswa sudah beberapa kali ia ingatkan kepada para guru agar hal itu tidak terjadi.
“Sudah sering saya ingatkan, jangan ada penahanan rapor siswa. Tapi ini terjadi di luar kendali saya,” singkat Rohidi.
Sementara itu, Andarii, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengetahui kejadian ini.
“Kita sudah siapkan langkahnya karena kejadian seperti ini harus segera ditangani dengan bijaksana. Tentu, keterangan dari berbagai pihak harus dijadikan pedoman untuk menentukan solusi ternaiknya,” sampai Andarii, Jumat.
Andarii menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma berulang kali menyampaikan kepada sekolah-sekolah.
Pesan tersebut agar tidak ada praktik penahanan raport siswa dengan alasan apapun, termasuk yang berkaitan dengan dugaan pungli.
“Kita akan segera panggil pihak sekolah, kami berkeyakinan bahwa hal ini hanya berdasarkan kesalahpahaman saja. Akan tetapi, sebagai leading sector pendidikan kita akan tetap mengumpulkan data agar semuanya bisa ditangani,” tutup Andarii.
(H) menjadi buah bibir masyarakat. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang mendukung Oknum H, sebagai bentuk rasa toleransi dan penghargaan terhadap ketulusan seorang pendidik. (Da)











