Titik Nol JUT Semelako Atas Dimulai, Camat Tekankan Manfaat untuk Warga

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Semelako Atas, Kecamatan Lebong Tengah, menggelar titik nol pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun III, Kamis (4/6/26).

Pembangunan jalan tersebut memiliki panjang 70 meter dengan anggaran sebesar Rp85 juta yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2026.

Kegiatan titik nol dilaksanakan bersama pihak kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Pjs Kepala Desa Semelako Atas, Andreas Fernando, menjelaskan pembangunan JUT tersebut merupakan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya para petani.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung kelancaran pengangkutan hasil pertanian.

“Pembangunan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan sektor pertanian desa,” ujar Andreas.

Sementara itu, Camat Lebong Tengah, Andes Anderson, mengingatkan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa Jalan Usaha Tani yang dibangun harus dapat digunakan banyak warga dan tidak hanya menguntungkan satu atau dua orang saja.

“Kami berharap jalan yang dibangun benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya dinikmati segelintir orang, tetapi harus bisa digunakan oleh banyak pengguna jalan,” tegas Andes.

Ketua BPD Semelako Atas, Domer, turut meminta pemerintah desa terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa.

Ia menilai sejauh ini Pemerintah Desa Semelako Atas telah menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, peningkatan kinerja dan kepatuhan terhadap regulasi tetap harus dilakukan.

“Kami meminta pemerintah desa terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” pungkas Domer. (ficky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *