Rejang Lebong, Satujuang.com – Suasana tenang di Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, mendadak berubah mencekam pada Senin (3/8/26) sekitar pukul 08.30 WIB.
Teriakan histeris minta tolong dari sebuah rumah menyingkap tragedi berdarah yang menewaskan seorang petani lansia, Arifin A (73).
Korban tewas akibat luka tusuk serius yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Sahrun (38).
Kejadian ini pertama kali terungkap saat seorang tetangga, Sopri (59), mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah korban.
Curiga terjadi hal buruk, Sopri bersama istri korban dan warga sekitar langsung bergegas mendatangi lokasi.
Saat memasuki rumah, warga mendapati Arifin sudah tergeletak di lantai dapur dalam kondisi bersimbah darah.
Warga sempat melarikan korban ke Puskesmas Kota Padang. Namun, akibat pendarahan hebat, nyawa lansia tersebut tidak dapat tertolong.
Kapolsek Kota Padang, Iptu Medi Azwar SH, mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka tusuk serius di bagian kepala serta leher kanan dan kiri.
“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Lubuk Mumpo,” ujar Iptu Medi.
Tak lama setelah kejadian, polisi bergerak cepat mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dapur.
“Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi kejadian ini,” tegasnya.
Usai penangkapan, Kapolsek bersama jajaran mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Ia mengimbau pihak keluarga korban maupun terduga pelaku agar tetap menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam.
Kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional.
Hingga Senin siang, situasi di Desa Lubuk Mumpo dilaporkan tetap aman dan kondusif sembari penyidik merampungkan pemeriksaan motif di balik tragedi tersebut. (Red)











