Tangkal Investasi Bodong, PWI Bengkulu dan BEI Hadirkan Galeri Investasi

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Untuk meningkatkan literasi finansial dan pasar modal di Provinsi Bengkulu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu.

Sebagai upaya, BEI menghadirkan galeri investasi di gedung PWI Provinsi Bengkulu sebagai palang pintu literasi pasar modal bagi masyarakat Bengkulu.

Kepala Kantor BEI Bengkulu, Bayu Saputra Ramadan mengatakan sebagai upaya meningkatkan literasi finansial dan pasar modal di Provinsi Bengkulu, pihaknya bersama PWI perlu berkolaborasi bersama.

Selain itu upaya ini sebagai langkah dalam menciptakan iklim investasi dan menjauhkan masyarakat dari keberadaan investasi bodong.

“Hadirnya galeri investasi ini tentu menyasar kalangan jurnalis yang nantinya dapat mengajak masyarakat Bengkulu menjauhi investasi yang tanpa regulasi atau investasi bodong,” kata Bayu, Rabu (31/8/22).

Bayu mengungkap dengan adanya galeri ini dapat menjadikan jurnalis sebagai duta dan hero dalam menangkal investasi bodong yang marak terjadi belakangan ini.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi dan mengabaikan faktor legalitas dan logika.

“Dengan bergabungnya wartawan dalam berbagai kegiatan literasi pasar modal ini diharapkan edukasi pada masyarakat bias semakin massif,” kata dia.

Nantinya, masyarakat yang membutuhkan informasi seputar pasar modal dan kegiatan ekonomi di dalam bursa dapat mengunjugi Galeri Investasi di PWI.

“Kerjasama terkait peningkatan literasi keuangan dan pasar modal, salah satunya adalah melalui galeri investasi yang didirikan di PWI,” jelasnya.

Sementara itu, sekretaris PWI Provinsi Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra menyambut baik langkah tersebut. Apalagi saat ini tingkat literasi pasar modal masih sangat rendah.

Ia berharap hadirnya galeri investasi di sekretariat PWI nantinya turut mendorong tingkat pemahaman masyarakat seputar dunia investasi, sehingga tidak terjebak dalam kegiatan investasi bodong.

“Sehingga nantinya masyarakat di Bengkulu tidak ada lagi yang terjebak dalam investasi bodong, permainan investasi palsu atas nama trading saham dan berbagai bentuk scam lainnya,” terang Dedi dikutip dari rri. (danis/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *