Tak Bawa Kepentingan Korporasi, Doni Aftarizal Siap Dobrak Bursa Calon Ketua PWI Bengkulu

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Wartawan senior Radar Utara sekaligus Ketua Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), Doni Aftarizal, secara terbuka memantapkan langkahnya untuk masuk dalam pusaran kontestasi pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu.

Konferensi besar yang dinanti-nanti tersebut dijadwalkan bakal digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 mendatang.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban lugas Doni untuk memotong berbagai spekulasi dan pertanyaan publik terkait keseriusannya maju merebut kursi nomor satu di PWI Bengkulu.

Tegaskan Sikap: Hak Pribadi, Bukan Titipan Korporasi

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Doni adalah mengenai posisinya yang berada di bawah naungan Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG).

Secara diplomatis namun tajam, ia memisahkan antara entitas bisnis tempatnya bekerja dengan hak politiknya di dalam organisasi profesi.

Ia menjamin pencalonannya murni merupakan gerakan moral personal sebagai anggota PWI yang sah, bukan titipan atau perpanjangan tangan dari kepentingan kelompok media tertentu.

“Terkait posisi saya di Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG), saya memandang perusahaan tempat saya bekerja dan organisasi profesi adalah dua hal yang berbeda. Pencalonan ini merupakan keputusan pribadi saya sebagai anggota PWI yang memiliki hak untuk dipilih dan memilih,” tegas Doni, Sabtu (4/7/26).

Misi Merawat Marwah Profesionalisme dan Independensi

Doni memastikan bahwa langkah yang diambilnya bukan sekadar ikut-ikutan atau keputusan emosional sesaat. Niatnya bertarung sudah melalui kalkulasi matang dan diskusi panjang bersama para jurnalis arus bawah di Bengkulu.

Ia membawa misi besar untuk merombak PWI Bengkulu menjadi wadah yang lebih independen, tangguh, dan berani berdiri tegak demi memperjuangkan kesejahteraan serta hak-hak seluruh anggotanya tanpa tebang pilih.

“Ya, saya serius maju sebagai calon Ketua PWI Bengkulu. Saya ingin ikut berkontribusi membangun organisasi agar semakin profesional, independen, dan mampu memperjuangkan kepentingan seluruh anggotanya,” ujarnya mantap.

Demokrasi PWI Harus Bersih dan Berdaulat

Lebih lanjut, Doni mengingatkan agar proses transisi kepemimpinan di tubuh PWI Bengkulu berjalan tanpa intervensi.

Menurutnya, iklim demokrasi di internal organisasi pers harus tetap dijaga kesehatannya agar setiap kader potensial yang memenuhi syarat memiliki peluang yang setara.

“Saya tetap menghormati kebijakan perusahaan, tetapi proses demokrasi di PWI harus berjalan secara independen. Siapa pun berhak mencalonkan diri selama memenuhi syarat yang telah ditetapkan organisasi. Saya maju bukan untuk mewakili kepentingan kelompok tertentu, melainkan membawa gagasan dan program demi kemajuan PWI Bengkulu,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Doni berharap Konferensi PWI Bengkulu nanti berjalan bermartabat, mengedepankan etika jurnalistik yang luhur, serta tidak merusak rajutan solidaritas antarsesama insan pers di Bumi Rafflesia. (Satujuang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *