Revit SDN 48 Lebong Capai 40 Persen, Kepsek Optimistis Rampung Akhir Oktober

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com – Progres rehabilitasi bangunan SDN 48 Lebong saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Pihak sekolah optimistis pekerjaan rampung sesuai perencanaan pada akhir Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala SDN 48 Lebong, Yozen Narta, saat diwawancarai pada Kamis (24/9/26).

Yozen Narta mengatakan, sejauh ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan rehabilitasi.

“Tidak ada kendala. Komunikasi dan pengawasan dengan pihak terkait juga berjalan lancar,” ujar Yozen Narta.

Menurutnya, pengawasan pekerjaan turut melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Kejaksaan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan P2SP dalam proses pekerjaan rehabilitasi.

Pihak sekolah juga meminta pengawasan terhadap material dan pekerjaan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pemantauan keamanan selama proses pembangunan.

“Untuk keamanan, kita minta dipantau 24 jam, termasuk material dan pekerjaan,” katanya.

Yozen Narta memastikan material yang digunakan dalam pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ditentukan.

“Barang-barang dan speknya sudah sesuai SNI,” ujarnya.

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 40 persen, Yozen Narta optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Oktober mendatang.

“Target akhir Oktober sudah selesai sesuai perencanaan,” tegasnya.

Saat ini, SDN 48 Lebong memiliki 249 siswa. Pihak sekolah berharap rehabilitasi tersebut dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi seluruh siswa.

“Harapannya tentu anak-anak bisa belajar lebih nyaman,” kata Yozen Narta.

Selain rehabilitasi yang sedang berjalan, pihak sekolah berharap pembangunan sarana pendukung dapat dilanjutkan pada tahun mendatang.

Di antaranya pembangunan laboratorium dan kantor. Sementara itu, pagar sekolah disebut sudah mengelilingi area sekolah.

Yozen Narta berharap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SDN 48 Lebong dapat terus dilanjutkan untuk menunjang proses belajar mengajar. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *