Respon Tantangan Fiskal, Pemkot Bengkulu Tempuh Merger OPD untuk Pemerintahan Lebih Ramping

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang, Kota Bengkulu- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menempuh kebijakan Merger OPD sebagai respons terhadap tantangan fiskal, bertujuan menciptakan pemerintahan yang lebih ramping dan efisien.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan bahwa kebijakan Merger OPD merupakan langkah strategis Pemkot Bengkulu untuk meningkatkan efektivitas kerja dan efisiensi anggaran.

Menurut Dedy, kebijakan ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan respons terhadap berbagai tantangan fiskal dan birokrasi yang dihadapi Pemerintah Kota Bengkulu.

Ia menegaskan kembali bahwa langkah Merger OPD telah lama dipertimbangkan, didasari kebutuhan nyata akan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran daerah.

Dedy menjelaskan bahwa para Kepala Daerah, termasuk Gubernur, Walikota, dan Bupati, harus menerapkan pola untuk mencapai efisiensi maksimal.

“Efisiensi ini maksimal, sehingga anggarannya bisa untuk membangun jalan, drainase, lampu dan lain-lain,” ucap Wali Kota kepada awak media, Rabu (26/11/25).

Ia menekankan bahwa tujuan akhir kebijakan Merger OPD adalah mewujudkan pemerintahan yang lebih ramping, adaptif, dan responsif terhadap tantangan fiskal.

“Salah satunya caranya ialah dengan penggabungan OPD,” jelas Dedy.

Dedy menambahkan bahwa proses ini melibatkan kajian mendalam untuk menentukan unit mana yang dapat disatukan dan mana yang tidak, dengan tujuan utama efisiensi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *