Menara Pemantau Akan Dibongkar, Tejo Suroso : Sudah Dikaji Secara Teknis

Menara Pemantau Bengkulu

Bengkulu – Menara pemantau setinggi 43 meter di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu yang menyerap anggaran Rp 34 miliar bakal dirobohkan karena dinilai tidak layak dan membahayakan masyarakat.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Fachriza Razie mengatakan, rencana pembongkaran bangunan menara pemantau ini telah dilakukan pengkajian aset dan konstruksi oleh pihak ketiga bersama Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

“Dari hasil kajian itu, jelas bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak dan akan membahayakan pengunjung dan masyarakat sekitar,” kata Fachriza Kamis (3/3/22).

Baca Juga :  PUPR Provinsi Bengkulu Rapat Bersama Bahas Jalan

Fachriza menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akan segera dipasang garis pengaman dan papan pengumuman dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, selaku pengelola kawasan itu agar masyarakat tidak terlalu mendekati bangunan.

“Akan segera dipasang dibeberapa titik di kawasan menara pemantau itu. Tujuannya, agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” jelas Fachriza.

Baca Juga :  Resmikan Masjid, Gubernur Rohidin : Ramadhan Tahun ini Makin Istimewa

Ditambahkan Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ada tujuh kajian atau kesimpulan akhir dari konsultan independen untuk membongkar menara pemantau tersebut.

Yaitu, analisa aturan penerbangan, analisa situs dan cagar budaya, analisa hasil FGD dengan pemuka adat, analisa konstruksi dan sipil, analisa sosial kultural, analisa keamanan serta analisa kawasan perkotaan.

Baca Juga :  FPR Desak Kapolri Bersihkan Tubuh Polri dan Proses Sejumlah Dugaan Korupsi

“Jadi seluruhnya sudah dikaji secara teknis. Namun, memang secara administrasi masih dalam proses karena ada tahapan penghapus aset. Sehingga pembongkaran belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” tutup Tejo mengakhiri. (Adv)