Kapolda Jateng : Amankan Demo 11 April Secara Persuasif dan Humanis

2 menit baca

Semarang – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menjadi aktor utama keberhasilan pengamanan unjuk rasa 11 April 2022 yang berlangsung di beberapa kota di Jawa Tengah.

Sejak dini, Kapolda memerintahkan anggotanya agar mengamankan demo mahasiswa secara persuasif dan humanis serta mengutamakan kebersamaan untuk menghormati bulan Ramadan.

Wejangan Kapolda tentang pengamanan unjuk rasa itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada personel gabungan TNI Polri dalam rangka kesiapan pengamanan demo mahasiswa 11 April.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Mako Perintis Sabhara Polda Jateng, Kompleks Polrestabes Semarang, Senin (11/4/22) pagi.

Ia menegaskan demonstrasi adalah hak setiap warga negara Indonesia.

“Hak tersebut tidak bebas secara absolut, namun diatur dalam undang-undang, ini perlu kita jaga agar tak melanggar ketentuan yang berlaku dan jangan sampai mengganggu hak masyarakat lain,” kata Kapolda.

Oleh karena itu, maka Polri wajib menjaga jalannya penyampaian pendapat agar tidak bertentangan dengan undang-undang ataupun mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan.

Kapolda juga berpesan kepada anggotanya agar melaksanakan pengamanan secara humanis. Tak perlu ada tindakan represif.

“Apalagi saat ini merupakan bulan Ramadan yang merupakan bulan ibadah bagi kaum muslimin. Jika ada tindakan tegas, itu merupakan langkah terakhir,” ungkapnya.

Dirinya berpesan persatuan dan kesatuan tetap harus dijaga. Petugas pengamanan wajib fokus pada tugasnya dan tidak terprovokasi bila ada pancingan yang mengarah pada upaya kerusuhan.

“Saya berpesan kepada anggota dilapangan dalam melaksanakan pengamanan agar tertib sesuai SOP yang ada. Jangan mudah terprovokasi oleh penyusup atau orang yang menunggangi aksi unjuk rasa,” tegasnya.

Di Semarang, aksi unjuk rasa diikuti sekitar 250 mahasiswa dari eksponen HMI gabungan. Kegiatan berjalan tertib dan selesai tepat saat kumandang adzan Maghrib.

Para pengunjuk rasa langsung bergabung dengan aparat pengamanan dan melepas lelah untuk berbuka puasa.

Aksi unjuk rasa juga digelar di 5 kota lain di Jawa Tengah antara lain Kabupaten Pati di depan Kantor DPRD Pati oleh PMII dan Kabupaten Rembang di depan kantor DPRD Rembang oleh HMI Kom Cengho Rembang.

Lalu di Kabupaten Grobogan di depan Kantor DPRD Grobogan oleh PMII, Kabupaten Banyumas di depan Kampus Unwiku oleh mahasiswa Unwiku dan Kota Surakarta di depan kantor DPRD Kota Surakarta oleh Aliansi Rakyat Bersatu (ARB).

Keseluruhan kegiatan berjalan aman dan tidak terjadi aksi anarkis. Para pengunjuk rasa melaksanakan aksi dengan tertib dan membubarkan diri tepat waktu. (had)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *