Hadirkan Mantan Jubir KPK, AMJ dan Azwira Gelar Talkshow ‘Kritik Tanpa Jerat Hukum’

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) bersama Azwira dan Bencoolen Mall siap menggelar agenda besar berupa Diskusi Publik & Interactive Talkshow Edukasi Hukum 2026.

Acara yang mengusung tema cukup menantang, yakni “Kritik Tanpa Jerat: Seni Menguliti Kebijakan Tanpa Terpeleset Hukum“, dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 13.00 WIB di Atrium Bencoolen Mall, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dibuka secara gratis untuk umum, khususnya bagi insan pers, mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas.

Edukasi Batasan Kritik dan Pidana

Interactive Talkshow ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat di era digital.

Fokus utamanya adalah membedah batasan jelas antara kebebasan menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik dengan potensi pelanggaran hukum atau jerat pidana di media sosial.

Melalui forum ini, peserta akan dibekali pemahaman praktis mengenai cara menyuarakan kritik yang konstruktif, tajam, berbasis fakta, namun tetap aman di dalam koridor hukum yang berlaku.

Hadirkan Tiga Narasumber Utama

Untuk mengupas tuntas tema tersebut, panitia penyelenggara menghadirkan tiga tokoh berkompeten dari berbagai latar belakang, yaitu:

  • Febri Diansyah, S.H. (Advokat senior sekaligus Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK)
  • Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H. (Kapolresta Bengkulu)
  • Wibowo Susilo, S.E. (Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis / AMJ)

Jalannya diskusi interaktif ini akan dipandu langsung oleh Beni Hidayat, S.H., yang merupakan Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Bengkulu bertindak sebagai moderator.

Mendorong Kritik Cerdas dan Bertanggung Jawab

Ketua AMJ, Wibowo Susilo, menjelaskan bahwa esensi dari diskusi ini adalah membangun ruang dialog yang sehat dan berimbang antara masyarakat, media, praktisi hukum, dan aparat penegak hukum.

“Kritik merupakan bagian penting dan ruh dari demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab. Melalui diskusi ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin cerdas dalam menyampaikan kritik yang berbasis data dan fakta, serta tetap menghormati ketentuan hukum,” kata Wibowo, Minggu (28/6/26).

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Direktur Azwira, Irwandi Putra, mengaku optimistis forum kolaboratif ini akan melahirkan output yang produktif bagi iklim demokrasi di Bengkulu.

“Kami tidak ingin sekadar membahas teori hukum yang kaku, melainkan memberikan panduan praktis dan edukasi beretika. Kami mengajak generasi muda, mahasiswa, dan rekan-rekan media untuk hadir langsung memanfaatkan momentum langka berdialog dengan para pakar ini,” pungkas Irwandi.

Sebagai informasi, kegiatan edukasi hukum ini turut mendapat dukungan penuh dari sejumlah korporasi dan mitra strategis seperti Biznet, Informa, dan King Mini Soccer. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *