Gandeng LEKAD dan FPRB, Gubernur Rohidin: Pemprov Telah Menyiapkan Sejak 2017

Bengkulu – Gandeng LEKAD dan FPRB, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka sekaligus menjadi keynote speaker di Forum Group Discussion (FGD).

Adapun forum yang diselenggarakan oleh Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) dan Forum Peduli Rakyat Bengkulu (FPRB) itu mengangkat tema “Mencari Solusi Bersama Tuntaskan Persoalan Banjir di Bengkulu”, Kamis (6/4/23).

“Penetapan lokasi (Penlok) pengerukan alur muara Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Kolam Retensi menjadi keharusan untuk menuntaskan persoalan banjir di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu,” ujar Gubernur Rohidin saat membuka acara di Gedung Serba Guna (GSG) Pemprov Bengkulu.

Dijelaskan Gubernur Rohidin, jika sudah ditetapkan lokasinya, maka itu akan mengikat Balai Wilayah Sungai (BWS) VII, Pemkot Bengkulu dan Pemprov Bengkulu. Di mana BWS juga menjanjikan untuk menyiapkan anggaran pengerukan alur muara, tapi Penloknya harus siap terlebih dahulu.

Lanjutnya, dengan dilaksanakan FGD seperti yang dilaksanakan LEKAD dan FPRB ini, menurut Gubernur Rohidin, jelas sangat bermanfaat dalam menetapkan studi kelayakan yang menjadi salah satu syarat penlok yang dibutuhkan nantinya.

“Kalau dari sisi perencanaan kita sudah selesai, Pemprov Bengkulu telah menyiapkan sejak tahun 2017, ada dokumen perencanaan pengelolaan alur DAS Bengkulu dan ini harus kita kerjakan secara bersama-sama,” ungkap Gubernur Rohidin.

Menurut Presiden Direktur LEKAD Frentindo, FGD yang dilaksanakan pihaknya merupakan hasil rumusan dari pengkajian yang mereka lakukan selama ini. Hanya saja masih membutuhkan penguatan data dan fakta.

LEKAD dan FPRB bersama dengan pemerintah siap berkolaborasi dalam upaya menuntaskan banjir Bengkulu. Tahapan akan dilakukan bersama-sama sesuai dengan tupoksi masing-masing.(nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *