Dosen UINFAS Bengkulu, Naintyn Novitasari, Raih Doktor Cum Laude dengan Inovasi Asesmen Sains

Satujuang, Bengkulu- Dosen Tadariis IPA UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Naintyn Novitasari, berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Cum Laude berkat inovasi asesmen sainsnya.

Gelar Doktor Pendidikan Konsentrasi Pendidikan IPA ini diraih Naintyn Novitasari dari FKIP Universitas Bengkulu melalui sidang promosi yang digelar Kamis (5/2/26).

Riset yang diangkat Naintyn Novitasari menyoroti urgensi asesmen untuk sains berbasis Taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome).

Instrumen yang dikembangkan Naintyn ini mampu memetakan kualitas struktur berpikir peserta didik secara bertahap.

Hal ini berbeda dengan penilaian konvensional yang seringkali hanya berfokus pada benar atau salah.

“Melalui level-level SOLO, kita bisa melihat apakah respons mahasiswa masih dangkal, mulai mampu menghubungkan konsep, atau sudah mencapai tahap generalisasi yang kompleks,” ungkap Naintyn.

Naintyn Novitasari merupakan akademisi kelahiran Lampung, 19 Desember 1992.

Temuan riset Naintyn ini dinilai sangat relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Pendekatan SOLO dianggap sangat sinkron dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE) yang kini menjadi standar di perguruan tinggi.

Dengan asesmen ini, capaian pembelajaran seperti critical thinking dan scientific reasoning dapat diukur secara lebih akurat dan terstruktur.

Selain itu, riset Naintyn membuka pintu bagi integrasi Deep Learning.

Dalam konteks praktis, ini mendorong pembelajaran mendalam agar siswa memahami makna lintas konteks.

Sementara itu, dalam ranah teknologi, pendekatan ini berpotensi dikolaborasikan dengan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi tersebut bertujuan membantu pendidik menganalisis pola jawaban dan memetakan kesulitan konsep peserta didik secara cepat namun tetap valid.

Sidang promosi doktor Naintyn Novitasari dipimpin oleh ketua dewan penguji Prof dari Sudarwan Danim M.Pd.

Anggota penguji terdiri dari:

  • Prof. dari. Endang Widi Winarni, M.Pd.
  • dari. Fitri April Yanti, M.Pd.
  • dari. Nurul Astuti Yensi, M.Si.
  • Prof. dari. Leny Heliawati, M.Si.

Keberhasilan Naintyn ini tidak terlepas dari dukungan keluarga.

Ia didampingi oleh suaminya yang juga merupakan sesama akademisi di UINFAS Bengkulu.

Suaminya setia mengawal perjalanan panjang riset doktoralnya hingga tuntas.

Capaian Naintyn Novitasari ini diharapkan dapat memperkuat inovasi asesmen, khususnya bagi calon guru IPA di UINFAS Bengkulu.

Melalui rubrik penilaian yang lebih diagnostik dan adil, dosen dapat memberikan umpan balik yang lebih spesifik mengenai level pemahaman mahasiswa.

Riset Naintyn ini menegaskan satu pesan kunci: kualitas pendidikan sains tidak hanya ditentukan oleh materi.

Kualitas tersebut juga ditentukan oleh ketepatan instrumen dalam membaca kedalaman penalaran.

Ketika asesmen mampu menyentuh struktur berpikir, maka pembelajaran yang bermakna pun akan tercipta. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *