Kuliah di UINFAS Bengkulu Aman Dari Pelecehan dan Kekerasan Perempuan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UINFAS) Bengkulu melaksanakan salah satu program yaitu Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual.

Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sinergi dengan organisasi penggiat perempuan di Provinsi Bengkulu dan sebagai bentuk edukasi dalam rangka meminimalisir kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dipaparkan, tahun 2021 di Mukomuko hingga Agustus 2021 terdapat penambahan kasus dari 24 menjadi 25 kasus Bentuknya pun beragam, mulai dari perkosaan, incest, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, trafficking dibarengi kekerasan seksual, pemaksaan perkawinan, sodomi, kekerasan dalam pacaran, pemaksaan aborsi dan kekerasan berbasis gender online.

Organisasi penggiat perempuan memiliki peran strategis dalam rangka memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan pelecehan dan kekerasan seksual.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Fatayat wilayah Mukomuko, Muslimat, Tim Penggerak PKK Kecamatan Penarik, dan Pendamping BKKbN. Dalam sambutannya Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Suhirman M.Pd memberikan apresiasi kepada penggiat perempuan yang turut hadir.

“Kemudian kepada Pihak rektorat yang mensuport pendanaan kegiatan. Kita berharap sinergi antara PSGA dan Penggiat perempuan ini dapat berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan lainnya,” sampai Suhirman.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi tentang Gender dari Komisi Pemberdayaan Perempuan Remaja Keluarga (PPRK) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bengkulu ibu Dr Nurlaili M.Pd.I.

Disampaikan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Ahmad Syarifin M.Ag, saat ini UINFAS Bengkulu sudah memiliki wadah yang menangani permasalahan tersebut yakni Unit Layanan Terpadu (ULT). Unit ini memiliki peran dalam meminimalisir dan memberantas tindakan pelecehan dan kekerasan seksual.

“Salah satu bentuknya adalah dengan memberikan edukasi, melakukan kajian dan menyebarkan informasi tentang kekerasan seksual,” sampainya.

Hal ini juga memberikan jaminan bahwa kuliah di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu aman. Aman dari segala bentuk tindakan pelecehan dan kekerasan. UIN Fas Bengkulu memiliki tekad akan menindak tegas segala bentuk tindakan kekerasan.

Turut hadir dalam dalam kegiatan ini Mahasis KKN UIN Fas Bengkulu tematik stanting angkatan 1 kelompok 102 dan 154. Di akhir acara mahasiswa, PSGA dan penggiat perempuan bersama-sama menyampaikan deklarasi “kami organisasi penggiat perempuan mukomuko menolak segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual. Lindungi korban, adili pelaku dan wujudkan rasa aman di manapun”. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *