Bengkulu, Satujuang.com – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mengungkap sisi lain aktivitas di Bika Cafe Hotel Mercure kota Bengkulu, pada Minggu (10/5/26) dini hari.
Meski menyandang nama kafe, temuan di lokasi menunjukkan suasana yang justru menyerupai bar dengan lampu gemerlap dan iringan musik disko (dugem).
Sejumlah remaja pria tampak menikmati musik sembari berjoget di depan panggung.
Sidak yang dimulai pukul 00.15 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, bersama Wakil Ketua Zulasmi Octarina, Sekretaris Barli Halim, serta anggota komisi lainnya yakni Belian Utama Harta, Hidayat, dan Sri Astuti.
Temuan Pelajar di Bika Cafe
Bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu, tim menyisir Hotel Mercure, tepatnya di Bar Black Rock dan Bika Cafe.
“Di Bika kami menemukan banyak sekali anak-anak remaja, khususnya tadi kami ada menanyakan KTP, karena dia baru tamat SMA umurnya baru 19 tahun sehingga dia belum membuat KTP tadi katanya,” ungkap Sri.
Sri menuturkan, Komisi IV memiliki tanggung jawab moral terhadap dunia pendidikan di Bengkulu, sehingga ia berharap tempat hiburan malam bersih dari anak usia sekolah.
Penegasan Aturan dan SOP
Ketua Komisi IV, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menuturkan bahwa sidak ini merupakan respons atas laporan masyarakat mengenai adanya siswa yang beraktivitas di tempat hiburan malam.
Usin mengimbau pihak manajemen agar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
Setiap pengunjung wajib diperiksa KTP dan barang bawaannya. Jika tidak memiliki KTP atau masih di bawah umur, pengunjung wajib ditolak (reject).
“Ini berkaitan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kita harus mengantisipasi agar anak-anak SMA ke bawah tidak masuk ke dunia malam seperti ini,” tambahnya.
Meski manajemen Black Rock mengeklaim telah melakukan pemeriksaan KTP, Usin meragukan efektivitasnya jika masih ada laporan mengenai pelajar yang bisa masuk.
“Ini harus dikoreksi. Pihak manajemen wajib memperketat SOP, dan kami akan terus melakukan pengawasan,” pungkasnya.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa rencana sidak ini diduga telah bocor. Berdasarkan percakapan beberapa pengunjung di lokasi, mereka mengaku sudah mengetahui akan adanya pemeriksaan tersebut sebelum petugas tiba. (Red)











