Cegah Info Hoax, Sanggar Asy Syauqi PAI UINFAS Gelar Workshop

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Bengkulu – Sanggar Asy-Syauqi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno  (UINFAS) Bengkulu menggelar kegiatan Workshop Digital Information.

Workshop ini mengusung tema “Kata, Data, Fakta” berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Minggu (23/10/22).

Hadir langsung Kepala Lembaga Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) Provinsi Bengkulu Hary Siswoyo, Trainer GNI Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) Provinsi Bengkulu Phesy Ester.

Lalu Sekretaris Jurusan Tarbiyah sekaligus Pendiri Sanggar Asy-Syauqi Adi Saputra, Koordinator Prodi Pendidikan Agama Islam sekaligus Pembina Sanggar Asy-Syauqi Hengki Satrisno.

Termasuk Dosen dilingkungan Prodi PAI, Demisioner Sanggar Asy-Syauqi beserta Ormawa, UKM, UKK dan peserta yang berjumlah 270 peserta Workshop.

Pada sambutan Hary Siswoyo selaku Ketua Lembaga AJI Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwasanya, lembaga AJI sudah berdiri pada tahun 2014 hingga sekarang.

Lembaga AJI merupakan Media yang didirikan secara kelembagaan sebagai jurnalis Provinsi Bengkulu yang indenpenden dengan anggota 25 orang.

AJI sendiri sudah melaksanakan MoU dengan Universitas Bengkulu juga DEHASEN.

Lanjutnya, AJI merupakan lembaga Jurnalis anti hoax dalam penyebaran informasi baik web pemberitaan dan dimedia sosial.

Hary mengatakan dengan mencegah informasi palsu atau masih dipertanyakan kebenarannya, mahasiswa dapat dan boleh bergabung dalam kelembagaan AJI Provinsi Bengkulu.

Untuk bergabung ada syaratnya, yakni punya 3 karya yang dibuat.

“Selain itu tidak terpengaruh dengan biaya atau berupa amplop yang diberikan narasumber setiap melaksanakan peliputan,” sampai Hary.

Media sosial sangat berpengaruh dilingkungan masyarakat, termasuk mengenai informasi palsu atau hoax.

Dalam hal ini banyak masyarakat tidak bisa membedakan informasi tersebut hoax atau fakta.

Informasi palsu tidak bisa diberhentikan, namun bisa dilakukan dengan cara membekali orang-orang atau masyarakat dengan memberikan kebenaran informasi yang ada.

“Oleh karena itu AJI Provinsi Bengkulu mengajak mahasiswa untuk mencegah terjadinya informasi palsu atau hoax,” ujar Hary

Sekretaris Jurusan Tarbiyah juga selaku pendiri Sanggar Asy-Syauqi Adi Saputra memberikan apresiasi luar biasa dan menerima baik dengan kegiatan ynag berkolaborasi bersama AJI provinsi Bengkulu.

“Tentunya dengan diadakannya kegiatan ini sangat baik untuk mahasiswa agar mampu mengenali informasi palsu dan informasi secara fakta”. Ungkap Beliau.

Mahasiswa harus pandai dalam penguasaan media sosial, harus memahami ilmu digitalisasi.

“Karena digitalisasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan mahasiswa sebagai kebutuhan ekonomi maupun pendidikan,” ujar Sekjur sekaligus membuka kegiatan Workshop.

Senada dengan Sekretaris Jurusan, Koordinator Prodi PAI juga sebagai Pembina Sanggar Asy-Syauqi Hengki Satrisno memaparkan kegiatan yang diadakan dapat menambah wawasan mengenai informasi palsu atau hoax yang beredar.

“Kami harap peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik agar nantinya mendapatkan ilmu untuk mengetahui informasi palsu dan informasi secara fakta,” terangnya.

Beliau menjelaskan kembali sebagai mahasiswa berpendidikan harus bisa memahami informasi yang tersebar dimedia digitalisasi.

“Sangat disayangkan apabila mahasiswa berpendidikan masih termakan dengan informasi palsu atau hoax,” pungkasnya. (humas/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *