Datang ke SMAN 2 Kota Bengkulu, Usin Sembiring Ajak Siswa Tukar Nasib

2 menit baca

Bengkulu – Hari pertama pelaksanaan Sosialisasi Internet Cakap (Cerdas, Kreatif dan Produktif) di SMAN 2 Kota Bengkulu Berlangsung meriah, Senin(8/5/23).

Para siswa tampak riang gembira ketika Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring atau akrab dipanggil Bang Usin menjadi pemateri dalam sosialisasi.

“Bagi yang followersnya melebihi akun IG Usin Sembiring Kalau ada saya kasih bonus,” kata Usin mengawali sosialisasi dihadapan para siswa yang mengikuti sosialisasi.

Usin mengajak para siswa untuk aktif mengkampanyekan bahwa SMAN 2 adalah sekolah terbaik di Bengkulu menggunakan akun sosial media masing-masing siswa.

Dalam sosialisasi itu juga, selain menerangkan bagaimana menggunakan sosial media dengan bijak dan tidak menyalahi undang-undang yang berlaku.

Cara penyampaian materi oleh Usin terbilang unik, terlihat para siswa riang gembira dengan berbagai kejutan dan penyampaian yang jenaka oleh anggota dewan Provinsi ini.

“Hari ini kamu bilang sama orang tua, kalian dibandar bang Usin nginap di hotel Mercure,” kata Usin kepada 2 siswi yang ulang tahun, disambut riuh para siswa lainnya.

Tidak sampai disitu, dalam momentum sosialisasi yang diprakarsai Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu itu, Usin dapat anak asuh baru sebanyak 4 orang.

4 orang siswa tersebut ada yang merupakan anak yatim, piatu dan ada juga yang yatim piatu. Dimana ke 4 anak tersebut akan mendapatkan santunan dari Usin setiap bulannya.

Kemeriahan sosialisasi ini diakhiri Usin dengan tukar nasib, setiap siswa yang mengantongi uang Rp.1000, akan ditukar dengan uang Rp.100 ribu oleh Usin. Sontak ruangan sosialisasi menjadi riuh dengan suara para siswa.

“Intinya kita ingin mendorong kominfo untuk memproteksi siswa-siswa, mereka generasi milenial kita anggap sebagai pemilih pemula masih harus diproteksi, dijaga agar bisa memahami berita atau informasi itu hoax atau bukan,” sampai Usin usai kegiatan sosialisasi.

Melalui sosialisasi ini, dijelaskan Usin, para siswa diajarkan bagaimana cara memproduksi berita, menyiarkan berita serta agar tidak menyebarluaskan berita-berita hoax.

Karna, kata dia, saat ini sudah semakin banyak akun-akun media sosial yang memproduksi konten seperti seorang jurnalis, tetapi tidak memperhatikan Kode Etik Jurnalistik.

“Apalagi saat ini sudah mendekati Pemilu, akan banyak berita-berita sampah. Jangan sampai anak-anak kita ikut menyebarkan apalagi hingga tersandung UU ITE,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *