Camat Ngaliyan : Masyarakat Terlayani, Ekonomi Semakin Berkembang

3 menit baca

Semarang – Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menggelar layanan publik akhir pekan dan malam hari yang dilaksanakan pada Sabtu (10/12/22) di halaman Kantor Kecamatan Ngaliyan, Semarang.

Program layanan publik yang dilaksanakan di akhir pekan dan dilanjutkan pada malam hari ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga Kota Semarang yang disibukkan dengan pekerjaan di hari kerja.

“Dengan layanan publik akhir pekan ini semakin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya yang terkendala dengan pekerjaan, waktu dan tempat, sehingga tidak bisa mengurus administrasi kependudukan, perijinan dan lain-lainnya pada hari kerja, sehingga kita memberikan kemudahan dengan layanan akhir pekan ini,” tutur Moeljanto, SE MM Camat Ngaliyan kepada awak media, Sabtu (10/12).

Ada beberapa layanan administrasi yang dapat langsung diurus oleh warga di layanan terpadu akhir pekan ini.

Antara lain layanan arsip dan perpustakaan, Dinas Koperasi (terkait dengan perijinan usaha dan Kredit WIBawa), pelayanan kesehatan dari Puskesmas termasuk melayani vaksinasi dan tes kesehatan gratis.

Selain itu juga memberdayaan ekonomi masyarakat dengan UMKM serta pelayanan administrasi lainnya.

Kegiatan layanan publik akhir pekan yang sudah berjalan 9 kali di tahun 2022 ini telah didapat dilaksanakan di 16 Kecamatan yang ada di Kota Semarang.

“Tahun 2022 ini telah berjalan 9 kali. Enam kali dianggaran murni, ditambah di anggaran perubahan 3 kali. Di tahun 2023 nanti telah diploting akan dilaksanakan 12 kali dalam satu tahun di Minggu pertama setiap bulannya di hari Sabtu,” ungkap Moeljanto.

Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, mantan Camat Candisari ini memberikan peluang penuh kepada pelaku UMKM yang ada di wilayahnya.

Dirinya tak ingin membedakan pelaku usaha ini apakah masuk di Gerai Kopi Mi apa belum, namun Ia berharap tidak ada persoalan terkait wadah UMKM tersebut.

“Fenomenanya yang terjadi kan rata-rata yang hadir Gerai Kopi Mi yang telah diinisiasi Pemkot Semarang. Kalo di Kecamatan Ngaliyan ini umum, tidak hanya dari Gerai Kopi Mi namun ada dari yang namanya Komunitas Rangkul (Rakyat Semarang Kuliner), mulai bulan Desember ini kita jadikan satu, tidak ada istilah yang boleh ikut tampil hanya yang di wadahi di Gerai Kopi Mi saja namun semua UMKM bisa tampil,” tandasnya.

Dengan seperti itu Moeljanto berharap semua UMKM yang ada di Kecamatan Ngaliyan dapat bersama-sama ikut menampilkan produknya serta menjual barang hasil produksinya tidak terbatas pada komunitasnya, namun semua pelaku UMKM warga Ngaliyan dapat tampil.

Moeljanto berharap dengan adanya pelayanan publik akhir pekan ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal dalam mengurus kebutuhan surat-surat administrasi maupun layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Selain itu dengan mendatangkan orang banyak dan melibatkan UMKM pelaku ekonomi kecil, dirinya berharap dapat meningkatkan omset penjualan pelaku UMKM, usahanya semakin maju dan berkembang.

“Mudah-mudahan dengan seringnya acara seperti ini masyarakat terlayani dengan lebih baik ketika ada pertumbuhan ekonomi khususnya para pelaku ekonomi UMKM,” pungkasnya. (red/hdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *