Unjuk Rasa FABB di Kejati Bengkulu Memanas, Nyaris Bentrok Didatangi Kelompok Lain

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Suasana unjuk rasa yang digelar Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mendadak memanas dan nyaris berujung adu jotos, Senin (24/8/26).

Ketegangan pecah di tengah massa aksi setelah sejumlah orang dari kelompok berbeda mendadak muncul dan berteriak mendesak agar demonstrasi segera dibubarkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekelompok orang yang mengenakan ikat kepala berwarna hitam tersebut bahkan nekat berdiri tepat di depan barisan demonstran sambil terus memprovokasi.

Aksi saling dorong antar kedua kelompok tak terhindarkan hingga suasana kian memuncak.

Beruntung, Polisi bergerak cepat menerobos kerumunan untuk memisahkan kedua kubu guna mencegah bentrokan meluas.

Diketahui, sebelum insiden tersebut terjadi, FABB telah merancang skema aksi demonstrasi serentak di tiga titik strategis, yakni Kejati Bengkulu, DPRD Provinsi Bengkulu, dan Kantor Gubernur Bengkulu.

Ketua FABB, Herman Lupti, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan aksi telah dimatangkan, termasuk penyampaian aspirasi melalui pembentangan spanduk berukuran besar.

“Teknisnya sudah kita matangkan. Orasi akan kita laksanakan di tiga titik sekaligus. Semua sesuai harapan dan tuntutan yang sudah kita tuliskan di spanduk besar,” ujar Herman, Minggu (23/8)

Koordinator Aksi, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa unjuk rasa ini murni gerakan rakyat yang dijamin konstitusi dan dikawal langsung oleh tim pengaman internal serta tim dokumentasi.

“Kami ingin aksi ini tertib, damai, dan sampai pesannya. Spanduk besar berisi tuntutan rakyat akan kita bentangkan. Ini bukan anarkis, ini konstitusional,” tegas Dedi.

Dalam aksi tersebut, FABB menyuarakan sejumlah tuntutan krusial, seperti transparansi pengelolaan anggaran daerah, peningkatan mutu pelayanan publik, serta penegakan hukum yang adil dan bebas dari korupsi.

Herman menambahkan, gerakan moral ini merupakan bentuk kepedulian mendalam anak daerah terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan di Bengkulu.

“Kami anak daerah, kami cinta Bengkulu. Demo ini bentuk cinta terhadap daerah. Kalau ada yang salah, kita luruskan bersama-sama. Kami ingin Bengkulu bebas dari korupsi agar menjadi lebih baik untuk anak cucu di masa depan,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *