Proyek Irigasi Rp30,9 Miliar di Seluma Disorot, Warga Pertanyakan Mutu dan Perencanaan Pekerjaan

3 menit baca

Seluma, Satujuang.com – Pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Air Seluma Tahun Anggaran 2026 bernilai kontrak fantastis sebesar Rp30,9 miliar yang bersumber dari APBN mendadak menjadi sorotan tajam warga.

Proyek yang dilaksanakan oleh PT Bajasa Manunggal Sejati di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Provinsi Bengkulu tersebut dinilai memerlukan pengawasan ekstra ketat

Terutama menyangkut mutu konstruksi serta azas kemanfaatan bagi masyarakat petani.

Sorot Mutu Beton: Gunakan Sirtu Alih-alih Batu Split

Kritik pedas salah satunya disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kabupaten Seluma, Yudi Hartono.

Ia mempertanyakan kualitas fisik pekerjaan di lapangan, khususnya pada pembuatan rabat beton di sisi saluran irigasi.

Yudi membeberkan indikasi penggunaan material sirtu (pasir batu) pada lapisan pengecoran yang disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi teknis standar mutu beton yang ditetapkan.

“Pekerjaan tersebut perlu diperhatikan dari sisi standar mutu beton. Untuk pengecoran seharusnya menggunakan beton dengan mutu yang sesuai spesifikasi, termasuk penggunaan material batu split, bukan sekadar menggunakan sirtu. Selain itu, pemadatan dan ketebalan coran juga perlu dipastikan sesuai standar,” tegas Yudi, Senin (10/8/26).

Ia menambahkan, pengabaian standar mutu bahan bangunan berisiko tinggi membuat konstruksi cepat mengalami kerusakan dini, sehingga berpotensi membuang-buang anggaran negara dan merugikan masyarakat penerima manfaat.

Perencanaan Dinilai Salah Sasaran: Dibuat di Lahan Sawit

Tak hanya masalah mutu material, Yudi juga menyoroti aspek perencanaan dan penetapan lokasi proyek di wilayah Seluma Selatan.

Ia menyebutkan terdapat titik saluran irigasi yang dibangun di kawasan lahan yang sebenarnya telah lama beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, jenis pekerjaan yang direalisasikan dinilai tidak menjawab kebutuhan mendasar para petani setempat.

  • Kebutuhan Riil Lapangan: Saluran irigasi di Seluma Selatan sangat membutuhkan rehabilitasi pada bagian lantai dan dinding saluran menggunakan cor beton agar aliran air tidak bocor.
  • Fakta Pengerjaan: Pihak kontraktor justru memprioritaskan pembuatan rabat beton di pinggir/sisi saluran irigasi.

“Saluran irigasi di Seluma Selatan itu semestinya yang direhabilitasi adalah lantai dan dinding salurannya menggunakan cor beton. Sementara yang sekarang justru membuat rabat beton di pinggir irigasi. Jangan sampai anggaran Rp30 miliar lebih ini justru tidak memberikan manfaat maksimal,” cetus Yudi.

BWS Sumatera VII Belum Berikan Klarifikasi

Persoalan kesesuaian volume, mutu material, spesifikasi teknis, hingga ketepatan sasaran proyek senilai Rp30,9 miliar ini membutuhkan audit teknis independen serta penjelasan transparan dari pihak penyelenggara kegiatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu maupun pelaksana kegiatan belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi mengenai sorotan warga terkait mutu dan perencanaan proyek irigasi Air Seluma tersebut.

Publik dan masyarakat Kabupaten Seluma kini menantikan transparansi serta tindakan tegas dari instansi terkait agar alokasi uang rakyat dari APBN ini tidak terbuang sia-sia dan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian daerah. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *