Kinerja Korwil SPPG Bengkulu Dipertanyakan: Bungkam di Tengah Gebrakan Ketat Kepala BGN Sudaryono

3 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Di tengah komitmen tegas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang digaungkan Kepala BGN anyar, Sudaryono, sikap tidak komunikatif justru ditunjukkan oleh Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan.

Di saat publik dan media menuntut akuntabilitas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Iqbal memilih “bungkam” dan sulit dimintai konfirmasi terkait pengawasan SPPG di wilayah Provinsi Bengkulu.

Sikap tertutup ini dinilai mencederai prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta menghambat fungsi pengawasan masyarakat terhadap program strategis nasional yang menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.

Sikap tertutup Korwil SPPG Bengkulu ini amat disayangkan karena bertolak belakang dengan visi transparansi dan kehati-hatian yang diusung pimpinan pusat.

Sejak dilantik, Kepala BGN Sudaryono secara konsisten menerapkan kebijakan zero tolerance (toleransi nol) terhadap kelalaian standar higienitas, sanitasi, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di seluruh unit dapur MBG.

Sebagai bentuk tindakan konkret, Sudaryono telah mengambil langkah tegas dengan menutup permanen sedikitnya 833 dapur MBG di seluruh Indonesia yang terbukti melanggar standar operasional.

Dari total tersebut, sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I (Sumatera).

Dalam berbagai kesempatan, Sudaryono menegaskan bahwa keselamatan, kualitas gizi, dan kesehatan penerima manfaat merupakan harga mati yang tidak boleh dikompromikan oleh jajaran pengelola di tingkat pusat maupun daerah.

Berdasarkan catatan media, ketertutupan Korwil SPPG Bengkulu menyisakan tiga persoalan krusial yang hingga kini dibiarkan tanpa kepastian:

  • Ketidakjelasan Hasil Sidak Bersama DPRD Provinsi Bengkulu

Publik belum mendapatkan laporan resmi maupun transparansi mengenai evaluasi temuan lapangan usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan SPPG bersama jajaran anggota DPRD Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.

  • Status Dapur SPPG Bengkulu Pasca-Penutupan Masif BGN Pusat

Iqbal Ramadhan enggan memberikan penjelasan transparan mengenai status dapur MBG di Provinsi Bengkulu—apakah ada unit yang ikut ditutup permanen atau dijatuhi sanksi dalam gelombang penertiban 98 dapur di Wilayah Sumatera oleh BGN Pusat.

  • Bungkam Atas Kasus Keracunan Siswi MTsN 2 Seluma

Sikap acuh paling memprihatinkan terjadi saat mencuatnya dugaan keracunan makanan yang menimpa Bimba Lestari (12), siswi kelas VII MTsN 2 Seluma.

Korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tais usai mengonsumsi paket MBG berisi nasi, ayam, apel, tahu, tempe, dan selada.

Meskipun hasil uji laboratorium sampel darah korban telah dinyatakan positif akibat keracunan makanan, Iqbal belum memberikan klarifikasi maupun penjelasan mengenai bentuk tanggung jawab dan penanganan dari pihak SPPG.

Mengingat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, dan masa depan generasi muda di Provinsi Bengkulu, kinerja pengelola daerah tidak sepatutnya dibungkus dengan sikap tertutup.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi resmi yang dilayangkan awak media kepada Koordinator Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan, tetap tidak mendapatkan respons. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *