Kumpulkan Ribuan Massa di Aloon-Aloon, Aliansi SPPG Blitar Raya Dukung Keberlanjutan Program MBG

2 menit baca

Blitar, Satujuang.com – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi SPPG Peta Blitar Raya memadati sepanjang Jalan Merdeka Selatan, Aloon-Aloon Kota Blitar, Sabtu (27/6/26).

Kehadiran massa dalam jumlah besar ini untuk mengikuti Apel Akbar guna menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi masif tersebut diikuti langsung oleh para relawan, mitra, serta supplier yang selama ini terlibat aktif dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Blitar Raya.

Koordinator Aliansi SPPG Peta Blitar Raya, Bambang Caspo, menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berperan krusial dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Lebih dari itu, program nasional ini terbukti memberikan dampak stimulan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Program MBG ini sangat luar biasa. Selain menciptakan generasi yang sehat dan kuat, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Bambang kepada awak media.

Bambang membeberkan, satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang relawan dan tenaga kerja.

Dengan total sekitar 160 dapur yang kini beroperasi di Blitar Raya, diperkirakan ada sekitar 5.000 hingga 7.000 orang yang menggantungkan mata pencahariannya pada program ini.

“Tidak hanya pekerja dapur, program MBG juga menghidupkan para petani, nelayan, peternak, pedagang, hingga pelaku UMKM lokal yang menjadi pemasok bahan baku,” tegasnya.

Sebagai gambaran, kebutuhan beras untuk satu dapur SPPG bisa mencapai satu hingga dua kuintal per hari, belum termasuk kebutuhan lauk-pauk dan sayuran yang semuanya diserap dari hasil bumi masyarakat sekitar.

Apel Akbar ini sekaligus menyikapi kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional program MBG selama tiga minggu selama masa libur sekolah untuk keperluan efisiensi dan evaluasi.

Meski langkah pusat tersebut sempat memicu riak keberatan di sejumlah daerah lantaran berhentinya insentif relawan, aliansi di Blitar memilih untuk mendukung penuh langkah pemerintah.

“Kami di Blitar tidak ada masalah. Kami mengikuti kebijakan pemerintah untuk melakukan efisiensi dan evaluasi. Kami tetap mendukung keberlanjutan program ini,” tandas Bambang.

Bambang menambahkan, selama masa penghentian sementara ini, sejumlah tenaga inti seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan terpantau tetap masuk dan bertugas.

Sementara untuk para relawan dapur, untuk sementara waktu diliburkan.

Berdasarkan data Aliansi SPPG Peta Blitar Raya, saat ini terdapat 30 dapur SPPG di wilayah Kota Blitar dan 129 dapur tersebar di Kabupaten Blitar.

“Ini adalah bentuk gotong royong masyarakat. Para mitra berinvestasi, menyerap tenaga kerja, dan memberdayakan supplier lokal. Kami berharap program MBG terus berlanjut karena manfaatnya nyata,” pungkasnya. (Satujuang/Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *