Sistem SPMB Online Error, Teuku Zulkarnain Minta Dikbud Bengkulu Perpanjang Masa Pendaftaran

3 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Gangguan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online Tahun 2026 mendapat respons cepat dari jajaran legislatif.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk segera memperpanjang masa pendaftaran daring tersebut.

Langkah ini dinilai mendesak lantaran masih banyak calon peserta didik yang mengalami kendala teknis saat mengakses sistem pendaftaran.

Sebelumnya, pada Jumat, 5 Juni 2026, aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu mendadak dipadati oleh puluhan wali murid dan calon siswa baru.

Para wali murid mengaku sangat kesulitan dan terkendala untuk masuk (login) ke dalam sistem SPMB online. Kondisi parah ini terutama dirasakan pada pendaftaran jalur prestasi.

Jalur tersebut membutuhkan proses kurasi dokumen yang cukup rumit serta mewajibkan peserta untuk mengunggah piagam penghargaan langsung melalui sistem aplikasi.

Di lokasi kantor Dikbud, terlihat puluhan calon siswa baru dan wali murid harus silih berganti menghadap ke meja panitia demi menyelesaikan proses kurasi dokumen secara manual akibat sistem yang bermasalah.

Teuku Zulkarnain menjelaskan bahwa DPRD Provinsi Bengkulu sebenarnya sejak awal telah menyarankan agar masa pendaftaran dibuka lebih lama.

Hal itu berlaku khusus untuk jalur seleksi yang mengharuskan peserta melakukan login intensif ke sistem, seperti jalur prestasi dan jalur afirmasi.

“Sejak awal kami sudah menyarankan agar masa pendaftaran diperpanjang. Masih banyak calon siswa yang mengalami kendala saat login ke sistem pendaftaran,” kata Teuku, Sabtu (6/6/26).

Menurut analisisnya, gangguan akses ini terjadi akibat lonjakan drastis jumlah pengguna yang mengakses pelataran sistem secara bersamaan di waktu yang sama. Kondisi traffic yang padat tersebut otomatis membuat jaringan melambat.

“Puluhan ribu pengguna mengakses sistem dalam waktu yang hampir bersamaan. Tentu ada kemungkinan sistem menjadi lambat atau mengalami gangguan,” ujarnya.

Demi mengatasi siber sengketa ini, DPRD Provinsi Bengkulu berharap penuh agar Dikbud Provinsi Bengkulu dapat menambah waktu pendaftaran setidaknya satu hingga dua hari ke depan.

Tambahan waktu tersebut dinilai penting agar seluruh calon peserta didik di Provinsi Bengkulu memperoleh kesempatan yang adil dan sama untuk mengikuti proses seleksi masuk sekolah tujuan.

Teuku menegaskan, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan seluruh calon siswa berhasil menyelesaikan proses administrasi pendaftaran terlebih dahulu.

“Persoalan diterima atau tidak nantinya merupakan bagian dari proses seleksi. Namun jangan sampai mereka kehilangan kesempatan hanya karena tidak bisa mengakses sistem pendaftaran,” tegas Teuku secara lugas.

Ia menambahkan, kebijakan memperpanjang masa pendaftaran merupakan langkah konkret negara dalam menjamin keadilan serta memberikan hak kesetaraan bagi anak-anak untuk berkompetisi sehat.

“Kalau mendaftarnya saja tidak bisa, berarti kita telah menghilangkan kesempatan mereka untuk mengikuti kompetisi masuk ke sekolah yang diinginkan,” pungkas Teuku. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *