Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo menggelar tradisi tahunan kirab panji dan pusaka sebagai wujud syukur sekaligus penghormatan terhadap jasa para leluhur.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis malam (17/7), bertempat di Balai Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Rangkaian acara dimulai dengan prosesi jamasan pusaka di makam cikal bakal pendiri desa. Setelah itu, panji dan pusaka diarak menuju pendapa balai desa, diiringi barisan Paskibraka dan hadariah tradisional.
Kirab ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), lembaga desa, hingga warga umum.
Menurut Sekretaris Desa Plosorejo, Sunarjis (yang akrab disapa Mas Ajis), tradisi ini rutin digelar setiap bulan Suro pada hari Jum’at Legi.
“Kirab panji dan pusaka merupakan bentuk pelestarian nilai sejarah dan budaya Jawa, sekaligus mendoakan kemajuan desa,” ujarnya kepada reporter Satujuang.com, Jumat (18/7/25).
Uniknya, prosesi kirab juga menampilkan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur petani setempat.
Setelah tiba di kantor desa, pusaka dan panji diserahkan secara adat, lalu digelar selamatan dan doa bersama.
Gunungan kemudian ‘di grebek’ warga sebagai ungkapan kebersamaan dan kekeluargaan.
Sejak awal digelar pada 2015, tujuan utama tradisi ini adalah memperkenalkan Plosorejo ke luar Kecamatan, bahkan hingga menjadi daya tarik wisata desa.
“Awalnya kami mengarak replika pusaka; sejak 2019, tim penggali sejarah desa berhasil menghadirkan pusaka asli, yaitu keris,” terang Mas Ajis.
Menurutnya, pelaksanaan bedol pusaka, pemindahan pusaka dilakukan dua hingga tiga hari sebelum hari puncak kirab untuk memastikan kelengkapan prosesi. (Herlina)











