Nuansa Hangat antara Paus Fransiskus dengan Para Tokoh Lintas Agama di Masjid Istiqlal

3 menit baca

Satujuang– Nuansa Hangat antara Paus Fransiskus dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dan para tokoh lintas agama sangat terasa saat acara kunjungan langsung ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedarial Jakarta pada Kamis (5/9/24).

Dalam kesempatan itu, Para tokoh lintas agama juga mendeklarasikan kerukunan umat beragama dalam Deklarasi Istiqlal 2024 yang isinya sebagai berikut :

1. Nilai-nilai yang dianut oleh tradisi agama-agama kita harus dimajukan secara efektif, untuk mengalahkan budaya kekerasan dan ketidakpedulian yang melanda dunia kita. Sejatinya nilai-nilai agama harus diarahkan untuk meningkatkan budaya hormat, martabak bela rasa rekonsiliasi dan solidaritas persaudaraan untuk mengatasi dehumanisasi dan perusakan lingkungan.

2. Para pemimpin negara pada khususnya terinspirasi oleh narasi dan tradisi rohani masing-masing harus bekerja sama dalam menanggapi krisis-krisis tersebut di atas, mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan.

3. Oleh karena terdapat satu keluarga umat manusia di seluruh dunia, dialog antar-umat agama harus diakui sebagai sebuah sarana yang efektif untuk menyelesaikan konflik-konflik lokal regional dan internasional terutama konflik-konflik yang dipicu oleh penyalahgunaan agama. Selain itu, keyakinan dan ritual-ritual agama kita memiliki kapasitas khusus untuk menyentuh hati manusia dengan demikian menumbuhkan rasa hormat yang lebih dalam kepada martabat manusia.

4. Menyadari bahwa lingkungan hidup yang sehat, damai dan harmonis sangat penting menjadi hamba Allah dan pemelihara ciptaan yang sejati, kami dengan tulus mengimbau semua orang yang berkehendak baik untuk mengambil tindakan tegas guna menjaga keutuhan lingkungan hidup dan sumber dananya karena kita telah mewarisinya dari generasi sebelumnya dan berharap dapat meneruskannya kepada anak cucu kita.

Seusai pembacaan Deklarasi Istiqlal, dokumen deklarasi tersebut kemudian ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Dalam Pidato Paus Fransiskus juga berpesan untuk seluruh masyarakat Indonesia dalam memaknai Terowongan Silaturahmi dan kerukunan antar umat beragama.

“Karena hanya di sanalah anda dapat menemukan apa yang menyatukan di balik perbedaan. Faktanya, sementara di permukaan ada ruang masjid dan katedarial yang didefinsiikan dengan baik dan sering dikunjungi oleh umat beriman masing-masing, di bawah tanah, di sepanjang terowongan orang-orang yang sama, yang berbeda, itu bertemu dan dapat mengkases dunia keagamaan yang lain,” ucap Paus Fransiskus.

Lebih lanjut Paus Fransiskus mengulas Terowongan Silaturahmi yang memungkinkan adanya perjumpaan lintas agama dan saling berbagi pengalaman spiritual hidup.

“Di sini marilah kita mengingat satu hal ini, memandang secara mendalam, memahami apa yang mengalir di kedalaman hidup kita, hasrat untuk mencapai kepenuhan yang mendalam di hati kita. Kita menemukan bahwa kita semua adalah saudara, semua peziarah, semua dalam perjalanan menuju Allah melampaui apa yang membedakan kita,” kata Paus Fransiskus.

“Saya mendorong anda untuk melanjutkan di jalan ini, sehingga kita semua bersama-sama, masing-masing mengembangkan spiritualitasnya dan mengamalkan agamanya, dapat berjalan dalam perncarian akan Allah, berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang terbuka, didasarkan akan sikap saling menghargai dan mengasihi satu sama lain, mampu melindungi diri dari kekerasan hati, fundamentalisme dan ekstremisme yang selalu berbahaya dan tidak pernah dapat dibenarkan,” ujar Paus Fransiskus. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *