Lebong, Satujuang.com – RSUD Lebong mencatat sebanyak 96 kasus DBD yang ditangani sejak Januari hingga akhir Agustus 2026.
Direktur RSUD Kabupaten Lebong, Meinoffandi Leswin, mengatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
Dari 96 pasien tersebut, tidak ada yang meninggal dunia selama menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Lebong.
“Jumlah pasien DBD yang ditangani RSUD Kabupaten Lebong dalam delapan bulan ini mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut tidak ada yang meninggal dunia,” kata Meinoffandi, Minggu (30/8/26).
Meski seluruh pasien berhasil ditangani, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Meinoffandi menjelaskan, pasien DBD tidak selalu harus dirujuk dan dirawat di RSUD Kabupaten Lebong.
Bagi pasien dengan kondisi yang masih stabil, penanganan medis dapat dilakukan di puskesmas terdekat.
Menurutnya, peningkatan kasus DBD umumnya berpotensi terjadi saat masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau atau pancaroba.
Genangan air sisa hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.
“DBD dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Masyarakat perlu peka terhadap gejala awal, terutama demam tinggi yang muncul secara mendadak,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami demam yang tidak kunjung membaik.
“Jika mengalami demam selama tiga hari berturut-turut dan tidak kunjung turun meski sudah minum obat, segera lakukan pemeriksaan darah di puskesmas,” imbaunya.
Menurutnya, penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi pasien semakin memburuk.
Untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus, RSUD Kabupaten Lebong juga telah menyiapkan obat-obatan dan ruangan perawatan khusus.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien DBD di wilayah Kabupaten Lebong. (red).












