Satujuang, Bengkulu- Belum usai sorotan publik terhadap aksi joget dan pamer omzet pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung Barat, kini muncul kegaduhan serupa dari seorang pemilik SPPG di Bengkulu yang menyerang netizen dengan kalimat kasar.
Kasus pertama melibatkan Hendariik Irawan, mitra pemilik SPPG Pangauban, Batujajar, Bandung Barat.
Hendariik menjadi viral setelah mengunggah video dirinya berjoget di area dapur berlogo BGN.
Ia berjoget tanpa Alat Pelindung Diri (APD) dan memicu kemarahan publik dengan memamerkan pendapatan harian program sebesar Rp6 juta saat membalas kritik netizen.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengonfirmasi pihaknya telah memberikan teguran keras melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Doni Dewantoro.
Nanik menyatakan kekecewaannya terhadap sikap mitra yang “overacting” dan berjoget di dapur tanpa APD.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujar Nanik, dikutip dari detik, Selasa (24/3).
Selain masalah etika, BGN membekukan sementara (suspend) SPPG tersebut karena pelanggaran teknis serius.
“Setelah dicek ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar,” tegas Nanik.
Ia menambahkan, program ini bukan bisnis, melainkan program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak.
Belum reda isu di Bandung Barat, jagat maya dihebohkan oleh video seorang wanita yang dikabarkan memiliki 10 SPPG di Bengkulu.
Dalam unggahan di akun TikTok-nya, ia secara agresif mengkritik netizen yang meragukan transparansi program MBG.
Pemilik SPPG di Bengkulu ini menyebut para pengkritik sebagai kelompok dengki dan tidak memiliki pemikiran sehat.
“Saya kasih tahu ya dengan kalian yang sering suudzon, berhati busuk, dengki… apa kalian enggak punya otak, enggak berpikir?” ujarnya dalam video yang didapatkan redaksi.
Ia juga menyebut kritik netizen yang menyebut MBG sebagai “proyek petinggi” adalah salah besar.
Menurutnya, program ini justru membangkitkan ekonomi petani dan peternak lokal.
Namun, gaya komunikasinya yang konfrontatif justru memicu sentimen negatif baru di masyarakat.
Pantauan redaksi langsung, saat ini akun tiktok miliknya sudah menjadi Akun privat.
Fenomena perilaku para pemilik dapur MBG ini menjadi tantangan besar bagi BGN.
Namun belum diketahui apakah BGN akan mengambil langkah serupa seperti kepada pemilik SPPG di Bandung Barat atau hanya mengganggap sebatas angin lalu.
Saat ini nampaknya BGN menghadapi ujian berat untuk menertibkan mitranya sebelum kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah itu menjadi runtuh. (Red)











